SBY Minta Dukungan Ulama Berantas Korupsi
Senin, 13 Des 2004 22:23 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta para ulama memberikan dukungan kepada pemerintah untuk memberantas korupsi yang telah mengakar di Indonesia. Karena, menurutnya, tugas ulamalah yang menjaga ahlak umat dan bangsa."Pemerintah tidak pernah ragu dan segan menindak koruptor yang nyata-nyata telah merugikan masyarakat bangsa dan negara. Untuk itu pemerintah meminta dukungan para ulama. Tugas ulama menjaga akhlak umat dan bangsa," jelas Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam sambutan persemian pembukaan Rapat Kerja Nasional Majelis Ulama Indonesia (Rakernas MUI) 2004 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Senin (13/12/2004) malam. Dalam kesempatan tersebut, Presiden SBY menegaskan bahwa pemerintah sangat serius dalam memerangi praktik-praktik korupsi di tanah air. Pemerintah juga berusaha melakukan penghapusan praktik korupsi yang mengakar dan dan dilakukan secara sistematis. Presiden SBY juga menepis anggapan sejumlah pendapat yang menyebutkan upaya pemerintah dalam kampanye antikorupsi 9 Desember silam semata-mata hanya slogan dan pemerintah tidak serius dalam menangani kasus-kasus korupsi. "Saya ingin menegaskan kembali, pemerintahan yang saya pimpin bertekad memerangi korupsi hingga ke akar-akarnya dan menghapusnya secara sistematis," katanya. Dihadapan ratusan perwakilan ulama se Indonesia dan perwakilan tokoh agama lainnya, Presiden SBY mengatakan, bila ulama berhasil menjalankan tugasnya menjaga akhlak tadi, tugas pemerintah dan aparat hukum menjadi lebih ringan. "Orang berakhlak tidak mungkin melakukan kejahatan melanggar hukum, termasuk melakukan korupsi," katanya.
(zal/)











































