"Seluruh pelaksanaan berjalan aman dan tidak ada kejadian menonjol. Secara umum pelaksanaan proses hasil pemungutan suara ini kondusif dan tidak ada hambatan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (10/4/2014).
Rikwanto mengungkapkan Polda Metro Jaya mencatat ada 20 kejadian yang berkaitan dengan pelaksanaan Pemilu selama berlangsungnya proses pemungutan suara. Namun, kejadian tersebut tidak menjadi hambatan berarti dalam pelaksanaan pencoblosan.
"Ada 20 kejadian, namun seluruhnya adalah kewenangan Panwascam atau Bawaslu," imbuh Rikwanto.
Gangguan yang terjadi seperti kekurangan surat suara di beberapa TPS (Tempat Pemungutan Suara), simpatisan partai politik yang sempat memprotes pelaksanaan pemungutan suara karena tidak ada gambar Dapil.
"Kemudian ada Ketua KPPS mengundurkan diri dan langsung ditunjuk pemilihnya. Lalu ada juga yang menggunakan undangan orang lain untuk memilih, ini bisa di cut saat itu," imbuhnya.
Selain itu, ada juga permasalahan tertukarnya surat suara seperti di Cibitung, Bekasi, Depok dan sudah diselesaikan Panwascam pada saat itu juga.
"Ada hal-hal lain, seperti pencoblosan di Rutan Salemba, Cipinang berjalan lancar. Di LP Cipinang ada napi terorisme yang tidak gunakan hak pilihnya karen tidak mau. Ada 34 napi," katanya.
Rikwanto menambahkan, kejadian-kejadian yang tidak dapat ditangani saat itu telah diserahkan ke Bawaslu untuk ditentukan apakah masuk pidana pemilu atau bukan.
(mei/aan)











































