Musda Partai Golkar Jatim Gagal Dilaksanakan
Senin, 13 Des 2004 22:02 WIB
Surabaya -
Musyawarah daerah (Musda) Partai Golkar Jawa Timur, Senin (13/12/2004) gagal dilaksanakan. Kegagalan ini disebabkan karena tidak adanya titik temu antara DPD tingkat II dengan DPD tingkat I dalam penetapan syarat calon ketua Partai Golkar Jawa Timur.Kepada wartawan Edi Wahyudi, ketua panitia Musda Partai Golkar Jatim mengatakan, Musda gagal dilaksanakan karena masalah waktu dan untuk menghindari segala sesuatu yang tidak diinginkan akibat konflik yang terjadi dalam penetapan syarat calon ketua. "Musda Partai golkar akan dilanjutkan kembali setelah Munas Partai Golkar di Bali dengan persetujuan DPD tingkat II," katanya..Edi juga mengatakan, dengan gagalnya Musda pada hari ini nantinya DPD tingkat II dalam Munas Partai Golkar di Bali hanya sebagai peninjau dan hanya hak bicara saja tapi tidak mempunyai hak suara.Masih menurut dia, tidak ada titik temu syarat calon ketua dikarenakan adanya klausul yang tidak tercantum dalam surat DPP yang berisi Musda ditetapkan tanggal 13 Desember. Isi klausul tersebut antara lain, Sunaryo tidak dapat menjadi pserta karena sejak tanggal 29 November lalu dia masih tercatat sebagai pegawai negeri sipil. Selain itu Sunaryo juga tidak dapat mencalonkan diri sebagai ketua DPD Jatim karena tidak mememuni syarat sesuai juklak No 02, dimana disebutkan syarat calon ketua Partai Golkar telah menjadi pengusrus minimal ditingkat kecamatan selama 1 periode.Dalam Musda hari ini Sunaryo mendapatkan dukungan dari 30 DPD tingkat II Jatim. Tapi karena terjegal adanya klausul itu maka dalam Musda tadi tidak didapat kesepakatan Sunaryo dijadikan calon ketua Partai GolkarAntara kubu Ridwan Hisam (calon ketua Partai Golkar yang juga Ketua DPD Golkar Jatim) dan Sunaryo terjadi saling perbedaan pendapat. Akhirnya selisih pendapat itu mengakibatkan gagalnya Musda Partai Golkar Jatim.
(mar/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
