Saat itu Suryadharma tak datang sendiri, dia bersama Waketum PPP Nur Muhammad Iskandar dan Menpera Djan Faridz. Internal PPP bergejolak melihat kehadiran Suryadharma cs.
PPP langsung mengklarifikasi, menyebut kehadiran Suryadharma sebagai inisiatif pribadi. DPW-DPW PPP tak terima, kabarnya 26 daerah mengeluarkan mosi tidak percaya.
Puncak kekesalan sebagaian kader PPP, di hari pencoblosan 9 April ini, Waketum PPP Emron Pangkapi menggelar jumpa pers. Emron mengumpulkan wartawan dengan undangan akan menggelar quick count, namun nyatanya dia malah mengumumkan 'pemberontakan' PPP terhadap Suryadharma.
Tak hanya Suryadharma sasaran tembaknya, Emron yang merupakan wakil ketua umum yang mengurusi internal PPP ini ingin Djan Faridz dipecat dan Nur Muhammad diberi sanksi. Dia mengklaim mewakili suara kader PPP.
"Mereka telah berbuat sesuatu yang menjatuhkan nama baik partai," kata Emron Pangkapi di kantor DPP PPP, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (9/4/2014).
Dukungan langkah Emron datang dari Waketum PPP lainnya, Suharso Monoarfa. Suharso meyakini manuver Suryadharma merapat ke Gerindra membuat perolehan suara PPP turun.
"Anda-andai, apa yang dilakukan Ketua Umum dengan datang ke GBK tidak dilakukan, suara PPP akan lebih bagus," kata Suharso kepada detikcom, Rabu (9/4/2014).
Suharso beralasan, dukungan Suryadharma ke Prabowo melanggar keputusan Mukernas. Sebab, nama Prabowo tak termasuk dalam salah daftar tokoh yang dinilai PPP layak jadi capres.
Atas manuvernya itu, Suryadharma bisa digulingkan dari kursinya sebagai Ketum PPP. "Bisa saja di Munaslub," ujar Suharso.
Saat menghadiri kampanye akbar Partai Gerindra, Suryadharma Ali memang tanpa ragu mengumbar pujian untuk Prabowo. Menteri Agama itu bahkan menyatakan cintanya kepada Prabowo.
"Gerindra telah memutuskan calon pemimpin yang tepat. Saya makin jatuh cinta pada Pak Prabowo! Satu presiden untuk Indonesia Raya, presiden untuk kaum papa, untuk wong cilik, untuk nelayan, dan satu yang tak bisa dilupakan adalah presiden para kiai," kata Suryadharma yang diberi waktu pidato singkat di hadapan Prabowo dan ribuan simpatisan Gerindra di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (23/3) lalu.
(trq/van)











































