Direktur Eksekutif Political Communication (Polcomm) Institute Heri Budianto mengatakan kecerdasan dalam menggarap isu capres menjadi salah satu faktor yang mendorong PKB berhasil meraih suara tinggi.
"โPKB mampu memainkan 3 tokoh yaitu Mahfud MD, Jusuf Kalla, dan Rhoma Irama. Ini kelebihan strategi PKB dalam menggarap isu capres," ujar Heri saat dihubungi detikcom, Rabu (9/4/2014).
Menurutnya, apa yang dilakukan PKB dari awal memang sudah menunjukkan strategi politik yang jitu dalam menggarap pemilih. Kemudian konsolidasi menjaga basis NU dan tetap melakukan komunikasi politik kepada para Kiai merupakan kelebihan Muhaimin Iskandar dalam mengelola PKB.
"Saya melihat PKB memang memiliki target pemilih yang tetap yakni NU, namun pandai juga mengelola pemilih lain dengan jualan JK, Mahfud, dan Rhoma," tuturnya.
Suara yang diperoleh PKB, Heri juga mengatakan, karena mendapat lโimpahan dari partai Islam lain seperti PKS dan juga Demokrat. Padahal PKB selama ini terstigmatisasi sebagai parpol Islam tradisional.
"Namun (cerdas) kemasan menjual 3 tokoh tersebut. Ini Rhoma effect juga sepertinya?" tuturnya.
Selain itu, kata dosen Komunikasi Politik Universitas Mercu Buana ini, PKB merupakan partai yang selama 5 tahun tidak mengalami guncangan dan krisis besar atau nyaris tidak ada.
"Muhaimin sempat disebut-sebut dalam kasus korupsi namun isu itu menghilang. Kemudian, perpecahan ditubuh PKB dengan kubu Yeni tidak mencuat seperti pemilu 2009. Nah, soliditas itu juga mempengaruhi," pungkasnya.
(rmd/erd)











































