Wal hasil, pasangan dengan inisial WIN-HT ini belum tentu bisa diajukan sebagai capres dan cawapres pada pemilihan presiden mendatang. Pada akhir Maret lalu Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Fuad Bawazier mengatakan pengajuan nama Wiranto dan Hary Tanoe sebagai capres dan cawapres bisa saja berubah.
Apalagi jika nantinya perolehan suara partai tersebut saat pemilihan legislatif tak mencapai presidential treshold, yakni 20 persen. Bahkan Fuad pesimistis perolehan suara Partai Hanura bisa mencapai ambang batas pencalonan presiden itu. Hari ini setelah mengetahui hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei, Wiranto yang juga Ketua Umum Partai Hanura hanya bisa pasrah.
"Saya berkumpul di sini untuk melihat quick count bersama-sama. Hasilnya memang di luar ekspektasi kita. Tapi itulah politik. Namun kita masih memiliki harapan," kata Wiranto di Gedung MNC Tower, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (9/4/2014) petang.
Meski gagal mencapai target, namun Wiranto mengaku tidak ada yang salah dengan strategi Partai Hanura. "Strategi politik Hanura sudah optimal, namun itulah hasil yang kita capai. Tuhanlah yang menentukan," kata Wiranto.
Yang jelas, dia sangat bersyukur Pemilu 2014 kali ini berlangsung dalam suasana yang damai dan kondusif. "Kita bersyukur Pemilu ini tidak ricuh dan ada kekacauan. Suasana cukup damai dan sejuk. Ada suatu peningkatan kualitas dan demokratis di Indonesia," ungkapnya.
(erd/rmd)











































