"Iklan apapun tetap ngefek, tapi berapa persen kita nggak tahu," kata Jokowi di rumah Megawati, Jl Teuku Umar 27 A, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/4/2014) malam.
Jokowi menyadari ada yang tidak optimal sehingga PDIP tak meraih suara signifikan meskipun PDIP tetap bercokol sebagai pemenang Pemilu versi quick count.
"Saya kira di marketing politiknya kurang, gasnya kurang mentok. Tapi memang ada kondisi-kondisi, seperti kita mau iklan juga, maunya ngiklan 5 tahun lalu, tapi hanya bisa 3 hari," katanya.
Di berbagai quick count, perolehan suara PDIP berkisar antara 17-19%. Banyak pihak melihat Jokowi effect nggak ngefek.
Tidak suksesnya PDIP memanfaatkan Jokowi effect dikarenakan kurang optimal menjual sosok Jokowi. Misalnya saja berbagai iklan PDIP politik PDIP belakangan menampilkan sosok Mega dan putrinya Puan Maharani.
(van/nrl)










































