"Metodelogi quick count sudah teruji dan jarang meleset," kata Creative Director Cyrus Network Eko Prasetyo Galan saat berbincang dengan detikcom, Senin (07/04/2014).
Eko, yang lembaganya bakal melakukan penghitungan cepat saat Pemilu Legislatif 9 April besok, menjelaskan sebenarnya fungsi quick count bukan untuk mengetahui hasl penghitungan suara lebih cepat.
Sebab kalau itu tujuannya, ujar Eko, masih lebih hebat zaman Orde Baru. "Sebelum Pemilu diselenggarakan, kita sudah tahu hasilnya," tutur Eko berseloroh.
Quick count adalah sebuah metode verifikasi hasil Pemilu yang dilakukan dengan menghitung persentase hasil Pemilu di TPS-TPS yang dijadikan sampel.
Berbeda dengan survei perilaku pemilih, survei pra-pilkada atau survei exit poll, quick count memberikan gambaran dan akurasi yang lebih tinggi karena quick count menghitung hasil pemilu langsung dari TPS target, bukan berdasarkan persepsi atau pengakuan responden.
Selain itu, quick count bisa menerapkan teknik sampling probabilita sehingga hasilnya jauh lebih akurat dan dapat mencerminkan populasi secara tepat.
(brn/rmd)











































