Quick Count Bikin Orang Takut Berbuat Curang

Quick Count Bikin Orang Takut Berbuat Curang

- detikNews
Selasa, 08 Apr 2014 16:37 WIB
Quick Count Bikin Orang Takut Berbuat Curang
KPK menyelimuti satu sisi gedungnya dengan banner raksasa 'Pilih yang Jujur'. (Pool/Lamhot Aritonang/detikFoto).
Jakarta - Manfaat dan tujuan dari quick count atau penghitungan cepat hasil Pemilu cukup banyak. Dengan tingkat akurasi yang jauh lebih tinggi dari pada survei diyakini akan membuat semua pihak berpikir dua kali untuk berbuat curang.

"Metodelogi quick count sudah teruji dan jarang meleset," kata Creative Director Cyrus Network Eko Prasetyo Galan saat berbincang dengan detikcom, Senin (07/04/2014).

Eko, yang lembaganya bakal melakukan penghitungan cepat saat Pemilu Legislatif 9 April besok, menjelaskan sebenarnya fungsi quick count bukan untuk mengetahui hasl penghitungan suara lebih cepat.

Sebab kalau itu tujuannya, ujar Eko, masih lebih hebat zaman Orde Baru. "Sebelum Pemilu diselenggarakan, kita sudah tahu hasilnya," tutur Eko berseloroh.

Quick count adalah sebuah metode verifikasi hasil Pemilu yang dilakukan dengan menghitung persentase hasil Pemilu di TPS-TPS yang dijadikan sampel.

Berbeda dengan survei perilaku pemilih, survei pra-pilkada atau survei exit poll, quick count memberikan gambaran dan akurasi yang lebih tinggi karena quick count menghitung hasil pemilu langsung dari TPS target, bukan berdasarkan persepsi atau pengakuan responden.

Selain itu, quick count bisa menerapkan teknik sampling probabilita sehingga hasilnya jauh lebih akurat dan dapat mencerminkan populasi secara tepat.


(brn/rmd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads