"Kita tuh pengen semua iklan-iklan kita itu setara dengan kota New York, Paris, atau kota Singapura gitu. Nah sekarang kita pengen, kenapa tidak kasih perusahaan iklan? Dia yang bangun semua, pajak tetap kita dapat," kata pria yang akrab disapa Ahok itu usai pertemuan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (8/4/2014).
Ahok mengatakan, renovasi ini rencananya dilakukan di jalur-jalur utama ibukota seperti Jalan Sudirman, MH Thamrin, dan Jalan Rasuna Said. Ia ingin halte-halte di sepanjang ruas jalan itu dipercantik seperti halte kota-kota maju.
Halte diwacanakan dengan sejumlah furniture, papan pengumuman tempat wisata, dan diisi dengan iklan dari perusahaan iklan. Perawatan fasilitas tersebut juga tetap akan dilakukan oleh perusahaan periklanan tersebut.
Tentang pajak yang tetap dikenakan pada iklan di halte, Ahok punya alasannya sendiri. Sebenarnya, Ia ingin menggratiskan pajak iklan, namun Pemprov DKI kerap mengalami kerugian dari beberapa proyek serupa.
"Tapi iklannya nggak kayak dulu. Kalau dulu kan MIB (perusahaan iklan) menurut saya agak gila-gilaan nih. Bangunin 1 pos polisi, dia punya hak jualan iklan begitu banyak, kita dapatnya dikit. Nah, jadi sekarang sama konsepnya. Kamu boleh dapet hak ini, sekian tahun, tapi harus bayar pajak kita juga penuh. Kita dapat pajak, terus dapat harta yang bagus. Jadi konsepnya sama dengan luar negeri," ucapnya.
Saat ini, rencana renovasi halte bus di Jakarta seperti kota-kota maju lainnya masih dikaji oleh pemprov DKI. Belum diketahui kapan terealisasi dan berapa jumlah halte yang akan direnovasi.
(bil/vid)











































