"Bus tingkat pariwisata yang ada tersebut memang seluruhnya dibuat di pabrik perusahaan Weichai di China. BCI ( ," kata Direktor Weichai Indonesia, Ding Wei dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Tomang Raya, Jakarta Barat, Senin (7/4/2014).
Ia tak terima bila perusahaannya dikatakan tak bonafit oleh Ahok. Meski baru membuka kantor di Indonesia tahun lalu, ia memaparkan bila Wei Chai masuk di urutan 147 di China Top 500 Enterprises. Mereka memproduksi berbagai mesin untuk kapal persiar, bus, kereta api untuk berbagai belahan dunia. Mereka memiliki pabrik tak hanya di Tiongkok namun juga di Eropa dan Amerika.
Untuk produk bus, di Tiongkok sendiri Weichai sudah membuat dalam jumlah besar dengan merk Yaxing Couch. Namun bus ini hanya diproduksi untuk negara tirai bambu itu saja. Karena itu, mereka menggunakan lisensi BCI (Bus Coach Internasional) Australia yang diakuisisi pada tahun 2011 untuk pengadaan bus di luar Tiongkok.
"BCI telah diakuisisi oleh Weichai dengan kepemilikan saham sebesar 75 persen. Jadi semuanya dibuat di China namun menggunakan lisensi Australia," sambungnya.
Senior Manager of after market Weichai Power di Indonesia, Evron Sinaga mengatakan pihak Weichai sebenarnya direncakan menyuplai 17 bus tingkat untuk daerah Jakarta. 5 bus tingkat yang beroperasi saat ini adalah pengadaan tahap awal.
"Tapi sampai saat ini belum ada pembicaraan lebih lanjut untuk pengadaan 12 unit yang rencananya akan di beli," ujar Evron.
Untuk 5 bus yang ada, Evron mengatakan pihak PT Putri Asih selaku pemenang tender bus tingkat ini hanya membeli putus bus tersebut dari Weichai. Perawatan yang dilakukannya lebih untuk menjaga kualitas barang meski tak ada kontrak dengan PT Putri Asih.
"Mereka beli putus dari kami. Tentang track record perusahaan juga kami tidak ikut campur. Selama dia membeli barang kami dan ada margin yang kami nilai sudah menguntungkan maka tidak masalah," lanjutnya.
Ia menyesalkan pola para perusahaan pemenang tender di Indonesia yang seolah-olah mencari untuk dalam anggaran pengadaan namun tak memperhatikan perawatan barang tersebut. Hal inilah yang membuat beberapa produsen memiliki nama jelek karena pihak pelelang barang hanya menyerang merk bersangkutan, termasuk Ahok.
"Akhirnya nama kami yang dirugikan walaupun itu harusnya ditujukan ke perusahaan pemenang tender. Bukan pada kami,"
Meski sudah berpengalaman di bidang transportasi, Evron mengatakan pihak Weichai dalam waktu dekat tak dapat ikut dalam e catalog atau e purchaising LKPP. Hal ini disebabkan hingga saat ini Weichai di Indonesia masih merupakan perwakilan dari Weichai Singapura.
"Sedangkan dalam e purchaising perusahaan tersebut harus berbentuk PT di Indonesia," ujarnya.
(bil/rvk)










































