"Kami ingin hasilnya bisa dipertanggungjawabkan. Bukan tandingan, kalau ada perbedaan, kami siap membandingkan. Kami ingin detail sisa kertas suara. Kami menyiapkan satgas kita untuk itu, kita ingin fair," ujar Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (7/4/2014).
Menurut Tjahjo, dengan adanya sistim IT ini, pihaknya siap dan memiliki bahan data jika nanti hasil penghitungan suara berperkara di Mahkamah Konstitusi.
"Seluruhnya kita berbasis pada IT terintegrasi, kita jadikan bahan kalau berperkara di MK, jadi kalau ke MK, tidak perlu bawa truk, cukup data ini saja," ujarnya.
PDIP mengklaim bahwa sistim IT ini lebih bagus daripada yang dimiliki Lemsaneg. Dengan kesiapan ini, PDIP menyatakan siap mengikuti Pemilu hingga jika kelak terjadi sengketa.
"Kami hanya ingin menunjukkan PDIP siap mengikuti pemilu. Ini sudah kita rancang sejak 3 bulan. kita tidak ingin dibohongi lagi. DPT berapa, yang milih berapa, hasilnya berapa dan lainnya, itu termonitor disini. Kalau ada sengketa pemilu caleg, kita siap. Sendok jatuh, tinta jatuh pun bisa kita rekam," katanya.
(idh/trq)











































