"Kenapa tiap ada gempa di manapun, terutama di selatan, Jakarta lebih merasakan? Karena ada sesar-sesar tua. Sukabumi, Selat Sunda, itu dekat dengan Jakarta," kata Peneliti geoteknologi LIPI Haryadi Permana dalam diskusi di Gedung BPPT, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2014).
Getaran yang terasa hingga Jakarta itu merupakan hasil persinggungan lempeng dari Sesar Cimandiri atau Sesar Lembang. Keberadaan urat-urat gempa itu yang menyebabkan getaran terasa hingga Jakarta.
"Ada urat gempa. Energi dari situ dirambatkan ke Jakarta," ujarnya.
Oleh sebab itu, sesar-sesar tersebut harus memiliki sistem pengawasan tersendiri. Haryadi juga menyarankan agar ibu kota memiliki fasilitas seismograf sendiri.
"Harusnya Jakarta punya seismograf sendiri untuk mengawasi sesar itu," kata Haryadi.
(vid/vid)











































