Namun percayalah, sebenarnya juru mudi kereta api ini tidak ingin golput. Kalau tidak terhalang kerja dan ada kesempatan, mereka ingin sekali menggunakan hak pilihnya. Bahkan ada masinis yang justru menjadi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
"Saya sudah pasti ingin menggunakan hak suara saya," kata Layis, masinis di Unit Pelaksana Teknis (UPT) kru kereta api Surabaya Pasar Turi kepada detikcom, Senin (7/4/2014).
Pria asal Kalitidu, Bojonegoro itu secara tegas mengatakan bahwa ada sesuatu yang kurang bila tak menggunakan hak pilihnya. Dan rasa itu memang ia rasakan 5 tahun lalu saat ia tidak menggunakan hak pilihnya. Saat itu ia golput karena ada perjalanan kereta.
"Saat itu saya sedang bertugas," kata Layis yang sudah 5 tahun menjadi masinis.
Untuk pileg pada 9 April mendatang, Layis ingin sekali pulang dan menggunakan hak pilihnya. Namun ia belum tahu apakah bisa mencoblos atau tidak karena ia belum tahu apakah pada hari itu bertugas atau tidak.
"Untuk tanggal 9 April, saya belum tahu jadwalnya. Kalau tak ada tugas, saya ingin pulang mencoblos," tandas Layis yang mengaku sudah mempunyai pilihan tersebut.
Bila Layis cukup kesulitan untuk menggunakan hak suaranya, Yulianto justru selalu mencoblos tiap ada pemilu. Tak heran karena masinis senior itu selalu menjadi KPPS di dalam setiap pemilu yang diselenggarakan.
"Ada kerjasama penawaran dari KPU dan saya menerimanya. Jadi, ada dispensasi bagi saya setiap pemilu," ujar Yulianto.
Yulianto yang baru saja pensiun sebagai masinis ini selalu pulang ke tempat tinggalnya di Pasuruan begitu pemilu dimulai. Di sana, ia selalu aktif menjadi penyelenggara pemilu.
"Sejak pemilu pertama setelah orde baru, saya selalu menjadi KPPS," tukas Yulianto yang sekarang menjadi Kepala UPT kru kereta api Surabaya Pasar Turi itu.
Sementara itu, Humas PT KAI Daops 8 Surabaya Sri Winarto mengatakan bahwa pihaknya membebaskan kru dan staf untuk menggunakan hak pilihnya. Namun jika KPU mau memfasilitasi, maka peluang golput akan makin kecil.
"Misalnya KPU membangun bilik suara di stasiun, maka semua akan bisa mencoblos baik penumpang maupun kru dan staf PT KAI," ujar Winarto.
(iwd/try)











































