Sopir Bus Pembawa Rombongan DPR Masih Trauma
Senin, 13 Des 2004 16:02 WIB
Yogyakarta - Meski kecelakaan telah berlalu 4 jam lalu, namun Budi Jumarno tak jua mampu menguasai perasaannya. Rasa ngeri dan tidak percaya masih menguasai dirinya. Bagaimana mungkin bus yang dikemudikannya, yang mengangkut rombongan wakil rakyat, bisa nyemplung jurang, bahkan menewaskan satu penumpangnya?"Saya masih trauma, Mas," kata Budi saat ditemui di lokasi kejadian, di Dusun Seropan, Desa Muntuk, Kec Dlingo, Bantul, atau sekitar 7 km dari kompleks pemakaman raja-raja Imogiri, Senin (13/12/2004).Tampang Budi tampak berkabut. Dia enggan bercerita. Yang dilakukannya hanya duduk di pinggir jalan, mengamati bangkai bus milik Pemda DIY yang ini terbalik di dasar jurang sedalam 10 meter.Setelan seragam Pemda, safari warna coklat, tampak masih terseterika rapi. Budi adalah warga Nengahan, Trimurti, Sanden, Bantul. Dia tercatat sebagai pegawai Biro Umum DIY.Nyonya Tumiyah, seorang warga sekitar yang menjadi saksi mata menceritakan, kecelakaan yang menewaskan Budi Prihandoko, anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat (FPD), terjadi sekitar pukul 11.30 WIB.Saat itu, dia mendengar di jalan sekitar dusun ada sirene meraung-raung. Kemudian dia berlari menghambur ke jalan untuk melihat apa yang terjadi. Namun tiba-tiba sekitar 30 meter dari tempatnya berdiri, terlihat sebuah Kijang diseruduk bus dan keduanya pun masuk jurang.Karena tidak ada warga sekitar yang berada di lokasi, yang melakukan pertolongan adalah sesama rombongan pejabat itu. Iring-iringan kebetulan cukup panjang, sedangkan yang nyungsep ke jurang adalah dua kendaraan terdepan. "Saya langsung bilang ke tetangga-tetangga saya untuk memberi pertolongan," kata Tumiyah.Diperoleh keterangan, Budi Prihandoko adalah warga Tambak Bayan Catur Tunggal, Depok, Sleman. Dia juga ketua DPD I Partai Demokrat (PD) DIY.Budi lahir di Magelang pada 24 Oktober 1948 meninggalkan seorang istri bernama Endang Sukaryati dan tiga orang anak yaitu Aryo Seno, Fajar Suryotomo dan Diah Perwitasari.Sebelum menjadi anggota DPR periode 2004-2009, Budi aktif menjadi staf pengajar di Fakultas Teknik Widya Mataram, Yogyakarta merangkap sebagai konsultan teknik.Selama menjadi mahasiswa, almarhum juga aktif du GMNI FT UGM, DPC GSNI Cabang Kodya Yogyakarta dan terakhir Ketua DPD I Partai Demokrat.
(nrl/)











































