"Aduh alasan. Orang FSGI (pihak yang menyatakan bisa mengganggu pencernaan anak) emang dulu masuk jam berapa? Atau jangan-jangan nggak pernah sekolah. Kan dia sekolah pagi juga, apa pencernaannya terganggu? Wong badannya juga segar-segar gitu kok. Terlalu mengada-ada lah ini," ujar Mendikbud Nuh di Kemendikbud, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Senin (7/4/2014).
Menurut Nuh, sudah sepatutnya jam belajar sekolah dimulai pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB. Jam masuk sekolah pagi ini membantu melatih karakter disiplin anak.
"Di mana-mana ya di luar negeri benchmark-nya jam-jam segitu. Jadi jangan dibolak-balikkan nanti masuk pukul 09.00. Kalau sepi ya masuk jam 12 malam, pasti sepi itu. Atau jam 10 malam. Jangan dijadikan eksperimen lah, kasihan anak-anak kita," imbuhnya.
Dia menampik jam masuk anak sekolah menyebabkan macet.Jika tidak ingin macet berkepanjangan, imbuhnya, liburkan saja anak sekolahan. Sebab, di masa libur itu lah jalanan ibu kota terasa lebih lengang dari biasanya.
"Justru yang dicari itu solusi macetnya bukan dengan cara itu. Kalau mau betul-betul nggak macet ya liburkan (anak sekolah). Buktinya kalau lebaran kan nggak macet. Artinya kan bukan itu solusinya," tutup Mendikbud.
Sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), berencana akan mengkaji perubahan jam masuk sekolah menjadi pukul 09.00 WIB. Hal itu dilakukannya untuk mengurangi kemacetan.
Sedangkan Sekjen FSGI Retno Listyarti kepada detikcom, Rabu (26/3/2014) mengatakan jam masuk sekolah yang sekarang merugikan para siswa. Guru SMA 13 Jakarta Utara ini menambahkan, Pemprov DKI saat ini masih melakukan kajian untuk mengevaluasi jam masuk sekolah di Jakarta pada pukul 06.30 WIB.
"Banyak anak mengalami gangguan pencernaan seperti maag, karena mereka baru sarapan pada istirahat pertama yakni pukul 10.00 WIB," ujar Retno berdasarkan penelitian organisasinya.
Retno menambahkan, sebagian siswa merasa tidak lapar ketika istirahat kedua yakni pukul 12.00 WIB, yang seharusnya menjadi jam makan siang. Sehingga siswa-siswa mulai makan pada pukul 15.00 WIB.
"Akibatnya terjadi maag dan jumlahnya signifikan. Catatan kami, jumlah kecelakaan pagi hari yang melibatkan anak sekolah juga meningkat," ujar Retno yang berharap Pemprov DKI menyikapi serius jam sekolah ini.
(nwk/nwk)











































