Slamet Effendy Ingatkan SBY Jangan Intervensi Munas Golkar
Senin, 13 Des 2004 16:01 WIB
Jakarta - Bakal calon Ketua umum Partai Golkar Slamet Effendy Yusuf mengingatkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk tidak ikut campur dalam Munas Partai Golkar pada 15-20 Desember lusa meski pemerintah berkepentingan."Wajar memang kalau pemerintah punya kepentingan karena bagaimana pun juga Golkar mempunyai anggota yang cukup banyak di parlemen. Tapi kepentingan itu jangan dimanifestasikan dalam bentuk intervensi dalam munas mendatang," kata Slamet.Slamet, yang ditemui wartawan di sela-sela peluncuran buku biografi politik Agung Laksono di Hotel Hlton, Jl. Sudirman, Jakarta, Senin (13/12/2004), menyatakan Munas Golkar mempunyai kesadaran untuk memilih ketua umumnya." Boleh pilih Agung Laksono, Akbar Tandjug, Marwah Daud, Slamet Effendy, dan lain-lain."Ditanya tentang peluangnya untuk terpilih, Slamet menjawab pendek. "Kalau peluang tetap ada."Namun Slamet menolak menjelaskan berapa DPD Golkar yang mendukungnya. "Jangan tanya dukungan ke saya. Yang jelas pasti ada kejutan dalam munas. Dan saya senang kalau banyak lawan," tukasnya.Slamet juga membantah anggapan dia maju untuk memecah dukungan ke Akbar. "Saya tidak ada memecah-mecah. Itu kan pendapat orang saja yang tidak tahu bagaimana di dalam Golkar. Dan kalau saya maju itu wajar saja. Saya juga serius maju."Sementara, mengomentari peluncuran buku Agung Laksono, Slamet menanggapinya dengan baik dan tidak menganggapnya sebagai kampanye. "Saya kira tidak (kampanye). Ya, kebetulan saja saya tidak menyusun buku seperti ini. Yang saya bukukan adalah kiprah di dalam partai."
(gtp/)











































