Pemilih di Eropa Meningkat, Bawaslu: Karena WNI-nya Intelek

Pemilih di Eropa Meningkat, Bawaslu: Karena WNI-nya Intelek

- detikNews
Senin, 07 Apr 2014 13:39 WIB
Pemilih di Eropa Meningkat, Bawaslu: Karena WNI-nya Intelek
Jakarta - Jumlah WNI yang mencoblos pada pemilihan legislatif di sejumlah negara Eropa dan Australia mengalami peningkatan dibanding pemilu 2009 lalu. Hal ini berbeda dengan minimnya WNI yang mencoblos di Malaysia, Hong Kong dan Taiwan.

Anggota Bawaslu Nelson Simanjuntak mengatakan peningkatan jumlah pemilih di Eropa disebabkan WNI di sana memiliki kapasitas intelektual yang lebih baik daripada WNI di kawasan lain.

"(WNI) Di Eropa, mereka kan banyak kelompok-kelompok intelektual dan terpelajar. Berbeda dengan di Malaysia, Hong Kong dan Taiwan banyak TKI. PPLN mungkin mensosialisasikan pemilu lewat internet. Jadi mereka terkoneksi dengan baik dengan internet," ujar Nelson kepada detikcom, Senin (7/4/2014).

Menurut Nelson, keadaan WNI yang menjadi TKI di sejumlah negara penempatan TKI seperti Malaysia, Hong Kong dan Taiwan membatasi mereka untuk bisa berpartisipasi dalam pemilu. Dia mencontohkan TKI di sektor informal yang tidak dapat mencoblos karena harus mendapat izin dari majikan, dan tersebar tidak terkumpul di satu titik. Begitupun dengan pekerja di perkebunan yang sulit dijangkau.

Berbeda dengan di Eropa. Menurut Nelson, WNI di kawasan tersebut lebih memilik waktu untuk datang ke TPS ataupun membalas pos surat suara yang dikirimkan PPLN. Selain itu, keterhubungan mereka dengan internet juga sangat baik.

"Seperti juga di Singapura, meningkat dari 2009.Sekitar 2000-an pemilih. Mereka mendapat sosialisasi yang baik melalui internet, dan terdorong untuk ikut memilih," tuturnya.

Nelson juga mengatakan baiknya sistem drop box yang diberlakukan di sejumlah wilayah sehingga mampu menjangkau tempat-tempat berkumpulnya TKI di tempat yang jauh. Seperti di Johor Baru, Malaysia yang memberlakukan 312 drop box ke perkebunan-perkebunan dan pabrik-pabrik tempat TKI berkumpul.

Namun demikian, Nelson mengungkapkan jumlah WNI di luar negeri yang ikut mencoblos secara umum masih sangat minim dibandingkan dengan DPT luar negeri yang mencapai lebih dari 2 juta pemilih.

"Kayaknya masih sama seperti pemilu lalu, kurang dari 30 persen yang mencoblos," ujarnya.

(rmd/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads