Dihubungi detikcom, Hendra yang setiap hari melintas di jalan Mercedez Benz mengatakan sudah sepekan ini papan itu berdiri di tengah jalan. Menurut dia papan itu merupakan ekspresi kemarahan warga akibat tidak adanya kepedulian pemerintah atas kondisi jalan Mercedez Benz. "Jalan itu sudah lama rusak, tapi tak pernah sekalipun ada upaya dari pemerintah untuk memperbaiki," kata Hendra saat berbincang detikcom Senin (7/4/2014).
Hendra pun mengaku kesal dengan tak adanya niat pemerintah untuk memperbaiki jalan tersebut. Hal yang sama dikatakan Yudi yang sudah lama tinggal di Wanaherang. Menurut dia tiga bulan yang lalu ada upaya perbaikan jalan, namun bukan dari pemerintah melainkan oleh sebuah perusahaan di tempat tersebut. Perbaikan pun tak menyeluruh. "Pernah akan diperbaiki, tapi cuma separuh, habis itu gak ada lagi perbaikan," kata Yudi.
Selama ini menurut Yudi, warga sudah berusaha meminta agar jalan yang rusak tersebut segera diperbaiki. Permintaan antara lain dilayangkan kepada pemerintah kabupaten melalui lurah. Namun hingga kini tak ada satupun niatan dari pemerintah untuk memperbaikinnya.
Warga menurut Yudi merasa kesal, dan mengancam tak akan memberikan suaranya pada pemilihan umum legislatif pada 9 April lusa. "Buat apa juga mencoblos kalau tidak ada perbaikan sama sekali," kata Yudi yang mengaku sudah menerima surat undangan untuk mencoblos itu.
(erd/van)











































