"Jadi jumlah pemilih muda ada lebih dari puluhan juta itu, satu, tentu tidak setiap orang punya kesempatan untuk memilih. Sehingga bagi para pemilih pemula manfaatkan betul ini sebagai pengalaman pertama ikut nyoblos. Jangan golput!" imbau Nuh usai jumpa pers soal tunjangan guru di Ruangan DSS, Gedung A Kemendikbud, Jakarta, Senin (7/4/2014).
Nuh meminta para pemilih pemula mempelajari betul partai dan para caleg peserta Pemilu 2014. Setelah itu, dia meminta mereka memilih dengan hati.
"Yang penting jangan golput dan pilih sesuai dengan hati dengan pertimbangan yang rasional dan yang baik. Silakan, saya nggak punya arahan," ujarnya.
Nuh mengatakan kementeriannya telah berkoordinasi dengan KPU dan Bawaslu untuk mengkampanyekan pentingnya partisipasi dalam Pemilu di institusi terkait Kemendikbud. Dia juga mengatakan telah menggandeng mahasiswa untuk jadi pemantau jalannya pemilu.
"Mahasiswa sebenarnya untuk kita ajak sama-sama jadi pemantau jalannya pemilu itu supaya dia pun tahu sebagai bagian dari pertanggungjawaban politik dari setiap anak bangsa. Jadi tidak boleh mengabaikan atau bersikap 'I don't care'. Mereka semua harus punya perhatian terhadap jalannya Pemilu 2014," pungkasnya.
(trq/van)










































