Direktur Utama PT Sido Muncul, Tbk, Irwan Hidayat mengatakan, pembatalan ini karena pihaknya tidak ingin disebut memanfaatkan permasalahan yang menimpa keluarga Suroto dan Elizabeth, orangtua Ade Sara Angelina.
"saya melihat bahwa banyak orang yang salah mengerti, coba lihat di media sosial, menjadi iklan komersial, orang salah mengerti. Keinginan saya cuma satu, mereka menjadi contoh yang baik," ujarnya kepada wartawan di kantornya, Jalan Cipete Raya No 81, Jakarta Selatan, Senin (7/8/2014).
Irwan menegaskan, pihaknya tidak ada bermaksud untuk membuat iklan produk Tolak Angin, tapi iklan layanan masyarakat tentang contoh keteladanan memaafkan.
"Mereka bintang iklan masyarakat tentang memaafkan. Saya tidak pernah memanfaatkan Ade Sara dengan iklan ini. Tapi iklan layanan masyarakat tentang ketauladanan (memaafkan), disponsori tolak angin, supaya bermanfaat bagi orang lain," ujarnya.
Padahal, lanjut Irwan, sejatinya, iklan ini sepenuhnya berisi tentang ketauladanan sifat memaafkan. Tidak berisi tentang iklan yang mengajak masyarakat untuk minum produk Tolak Angin.
"Seandainya ini ditayangkan, ini kan tidak ditayangkan, kalau ditayangkan pun gak ada ajakan minum produk. Intinya adalah ingin mengkampanyekan ketauladanan memaafkan," katanya.
(idh/vid)











































