Β "Modus politik uang semakin berkembang, tidak hanya menyebar uang. Mereka membuat jaringan untuk mengatur suara, menunjuk satu orang, untuk mencari 10 suara dan melakukan tanda tangan kontrak. Kalau berhasil mencapai target, maka akan dibayar," kata peneliti Divisi Korupsi Politik, Donal Fariz.
Hal itu dikatakan Donal dalam jumpa pers di ICW, Jalan Kalibata Timur IV D, Jakarta Selatan, Minggu (6/4/2014). Donal membenarkan bahwa sistem politik uang kini sudah seperti MLM.
Kasus yang pernah ditemukan ICW, kandidat caleg menyebar tim sukses bayangan. Tiap orang tim sukses ditarget 10 suara dan bila berhasil akan diberi imbalan Rp 2 juta.
"Kalau seandainya dia berhasil, memperoleh suara sesuai dengan target. Namun kalau tidak berhasil atau tidak sesuai dengan target kan kandidat bisa melakukan verifikasi di TPS, apakah tim yang disebar memenuhi target atau tidak. Bila itu dilakukan maka dia akan dibayar sesuai dengan janji di kontrak bermaterai," tutur Donal.
(nwk/nwk)











































