Kasus Dugaan Suap Mbak Tutut akan Dibahas Komisi I DPR
Senin, 13 Des 2004 15:08 WIB
Jakarta - Ketua DPR Agung Laksono meminta pemerintah segera memberi penjelasan tentang kasus adanya dugaan suap dalam pembelian tank Scorpion yang melibatkan Mbak Tutut. Komisi I juga akan membahas kasus itu dalam masa sidang mendatang.Hal itu diungkapkan Agung usai meluncurkan buku biografi politiknya berjudul "Rumah Terindah untuk Rakyat" di Golden Ballroom Hotel Hilton, Jl Sudirman, Jakarta, Senin (13/12/2004) siang."Pemerintah harus segera beri penjelasan secara transparan. Ini kan era pemberantasan korupsi. Dan pemerintah harus sungguh-sungguh menyelesaikan kasus ini," tandas politisi Golkar ini.Dikatakannya, masalah penyuapan ini nantinya akan dibahas di komisi terkait, seperti Komisi I. "Kita kan sekarang sedang reses sehingga tidak bersidang. Tapi tidak tertutup kemungkinan masalah itu akan jadi pertanyaan. Tapi itu belum ditentukan apakah nanti akan di Komisi I atau di komisi-komisi lainnya," paparnya.Ihwal dugaan suap itu dilansir harian Inggris The Guardian beberapa waktu lalu. Mengutip dokumen kesaksian eksekutif Alvis, Guardian menulis, perusahaan itu menyetorkan 16,5 juta poundsterling (sekarang sekitar Rp 291 miliar) kepada Tutut (Siti Hardiyanti Rukmana). Ini dilakukan untuk memuluskan transaksi penjualan 100 unit Scorpion, salah satu produk Alvis, senilai 160 juta poundsterling (sekarang sekitar Rp 2,8 triliun).Alvis menandatangani perjanjian dengan Tutut pada 4 Mei 1994 untuk kontrak pembelian 50 tank Scorpion dengan harga 1,6 juta pound per unit.
(nrl/)











































