Pasca insiden terebut di beberapa media sosial muncul dan beredar foto seseorang yang luka parah disertai berita korban kekerasan kampanye terbuka terakhir di DIY. Padahal informasi berita itu tidak benar.
"Foto tersebut adalah hoax. Kami meminta penyebar foto korban bentrokan kampanye tadi sore di Yogya diusut. Karena itu memperkeruh suasana," kata Wakil Ketua DPD PDIP DIY, Supriyanto di Kantor DPD PDIP DIY Jl Tentara Rakyat Mataram, Sabtu (5/4/2014) malam.
Dia meminta aparat kepolisian untuk melakukan tindakan tegas dengan menggunakan UU ITE. Sebab, penyebaran foto hoax itu sangat mengganggu dan membuat resah masyarakat.
"Foto tersebut bohong. Itu sengaja disebarluaskan untuk membuat suasana semakin panas serta membuat masyarakat takut," katanya.
Supriyanto tidak membantah memang terjadi insiden saat rombongan kampanye massa PDIP melewati kawasan Jl Wakhid Hasyim Ngabean Ngampilan yang banyak simpatisan PPP.
"Bentrokan terjadi karena kami dicegat oleh serombongan massa, saat pulang kampanye," katanya.
Menurut Antok, panggilan akrabnya, ada korban luka-luka dari simpatisan PDIP yang sekarang dirawat di rumah sakit. Namun tidak ada korban jiwa. Selain itu ada sekitar 4 sepeda motor massa PDIP yang dirusak.
"Kami akan melaporkan kasus ini ke aparat penegak hukum. Kami juga meminta massa PDIP tidak terprovokasi," katanya.
Dia menegaskan saat memasuki masa tenang ini yang harus diwaspadai adalah adanya upaya membenturkan massa PDIP dengan parpol lain agar citra PDIP jadi buruk.
"Kita tetap konsisten, tetap santun dan tetap semangat seperti pesan Bu Mega dan Pak Jokowi. Kami ingin pelaku penyebar foto hoax di media sosial diusut. Kami ini korban dari kasus ini," pungkasnya.
(bgs/mok)











































