"Kita lihat saja kita kan bukan pihak yang lari dari kesepakatan. Nah kita liat nanti namanya politik ya," ujar wakil ketua Partai Gerindra Fadli Zon setelah kampanye terakhir Partai Gerindra di Surabaya, Sabtu (5/4/2014).
Fadli menuturkan, sikap Gerindra beberapa waktu lalu hanyalah untuk mengingatkan mengenai fakta sejarah yang terjadi diantara kedua partai. Dan jelas terlihat Gerindra menggunakan cara politik yang kepatutan.
"Kami kemarin munculkan itu karena ini kan fakta sejarah bahwa Partai Gerindra berpolitik dengan etika politik yang kepatutan," jelas Fadli.
Apakah nantinya akan ada Jokowi-Ahok jilid dua?
"Ya nggak tau. Tapi kami jelas optimis semakin hari Prabowo dapat dukungan dari masyarakat. Masyarakat akan tahu mana yang betul-betul perjuangkan rakyat atau mana yang sekedar bagian merebut kekuasaan dan akan bingung nantinya," pungkas Fadli.
(spt/dha)











































