Kapolresta Yogyakarta, Kombes R Slamet Santoso, mengatakan korban tersebut bukan dari salah satu massa parpol. Tetapi merupakan warga umum yang sedang melintas di lokasi dan menjadi sasaran.
"Dia bukan simpatisan. Sudah kita bawa ke rumah sakit untuk perawatan," kata Slamet Santoso di parkir Ngabean, Yogyakarta, Sabtu (5/4/2014).
Korban saat kejadian sedang mengendarai sepeda motor dengan baju salah satu parpol. Sampai di sebelah timur parkir Ngabean atau di Jl Wakhid Hasyim, korban diteriaki.
Kemudian dilempar dengan kayu dan terjatuh dari motor. Saat itulah, kaos korban dilepas dan menjadi bulan-bulanan massa.
Tidak berapa lama bentrokan baru terjadi. Massa dari utara adalah massa PDIP dan di parkir Ngabean arah selatan adalah massa yang lain. Aksi saling lempar batu tak bisa dihindari.
Sementara itu, Ketua PAC PDIP Gondomanan Yogyakarta, Chang Wendriyanto mengatakan, masih melakukan pengecekan apakah benar korban adalah simpatisan PDIP. Pihaknya, berharap aparat menindaklanjuti dengan segera memanggil pengurus PDIP dan PPP untuk klarifikasi.
"Masalah jangan sampai berlarut-larut. Jangan sampai nanti ditunggangi pihak ketiga, untuk memanfaatkan situasi," kata Chang di lokasi.
Pasca bentrokan, parkir Ngabean Yogyakarta dan sekitarnya mendapat penjagaan cukup ketat. Pengamanan sebanyak 5 pleton dibantu Brimob Polda DIY standby di lokasi.
(mok/mok)










































