"Demokrasi kita menghadapi tantangan politik uang. Hari ini demokrasi Pancasila berubah menjadi demokrasi NPWP, demokrasi Nomor Piro Wani Piro," kata pria yang akrab disapa Romi saat berorasi di kampanye hari terakhir di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Sabtu (5/4/2014).
Romi juga menyinggung perihal para capres yang memiliki media massa untuk berkampanye. Menurutnya, demokrasi sekarang ini dihiasi pencitraan semata.
"Demokrasi kita dibajak oleh konglomerasi. Mereka punya TV, mereka punya koran, mereka punya radio, PPP tidak punya TV, tidak punya koran, tidak punya radio, tetapi kita punya Allah. Demokrasi kita dibajak oleh demokrasi pencitraan. Hari ini banyak tampil pemimpin yang akrab dengan televisi tetapi tidak akrab dengan rakyat, pemimpin yang akrab dengan konglomerat tetapi tidak akrab dengan umat," kata Romi dihadapan ribuan simpatian PPP.
Selain Romi, Ketum PPP Suryadharma Ali juga hadir dan menyampaikan pidato politiknya. Dia mengatakan, persoalan bangsa juga menjadi persoalan umat Islam di negeri ini.
"Persoalan bangsa adalah persoalan umat Islam, hanya umat Islam yang dapat menyelesaikan persoalan bangsa. Dan hanya umat Islam yang dapat merubah nasib bangsa," kata Suryadharma.
(dha/van)










































