Pol-Tracking: PDIP Parpol Paling Banyak Diberitakan Positif Karena Pencapresan Jokowi

Pol-Tracking: PDIP Parpol Paling Banyak Diberitakan Positif Karena Pencapresan Jokowi

- detikNews
Jumat, 04 Apr 2014 20:24 WIB
Pol-Tracking: PDIP Parpol Paling Banyak Diberitakan Positif Karena Pencapresan Jokowi
Jakarta - Lembaga survei Pol-Tracking melakukan riset media monitoring selama musim kampanye pada 16-31 Maret 2014. Hasilnya, PDIP memiliki proporsi pemberitaan di seluruh media paling tinggi yakni mencapai angka 18,1 persen.

"Parpol yang paling banyak diberitakan di semua media, PDIP sebanyak 18,1 persen, Golkar (13,5 persen), Gerindra (10,7 persen), PKS (10,4 persen), dan Demokrat (10,3 persen)," ulas salah seorang peneliti Pol-Tracking Arya Budi di Hotel Luwansa, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (4/4/2014).

Sedangkan secara agregatif, untuk seluruh media PDIP menjadi partai yang paling banyak diberitakan positif dengan mencapai angka 23,8 persen. Selanjutnya, ada Demokrat (12,8 persen), dan Golkar (11,1 persen).

Arya menjelaskan kontribusi tingginya tone positif untuk PDIP disebabkan oleh pemberitaan kampanye terutama terkait janji politik dan pencapresan Jokowi. Sedangkan tone positif PD dan Golkar disebabkan oleh kebijakan politik dan juga janji kampanye.

Jika dilihat dari proporsi tone pemberitaan negatif di media online, PKS berada di peringkat pertama dengan angka 19,1 persen, PD (14,1 persen), PDIP (13,7 persen), Gerindra (13,4 persen), Golkar (12,6 persen), PPP (6,5 persen), Hanura (5,3 persen), PKPI (5,0 persen), NasDem (3,8 persen), PKB (3,8 persen), PAN (2,3 persen), dan PBB (0,4 persen).

"Munculnya tone negatif PKS terkait dengan pelanggaran kampanye yang melibatkan anak-anak, sedangkan PD terkait dugaan penggunaan fasilitas negara," ulas Arya.

Sedangkan pemberitaan negatif PDIP disebabkan oleh pemberitaan terkait reaksi negatif sejumlah pihak atas pencapresan Jokowi dan pengalaman PDIP saat memimpin pemerintahan.

Jika dilihat dari media cetak, Golkar menjadi partai yang paling banyak diberitakan secara negatif dengan angka 21,2 persen. Selanjutnya disusul oleh PD (21,2 persen), PDIP (17,3 persen), Hanura (11,5 persen), PKS (11,5 persen), Gerindra (3,8 persen), PAN (3,8 persen), PPP (3,8 persen), Nasdem (1,9 persen), PKB (1,9 persen), PBB (0), dan PKPI (0).

Munculnya tone negatif pada pemberitaan Golkar dan PD karena mencuatnya evaluasi atas pencapresan Ical. Sedangkan pemberitaan negatif PDIP disebabkan oleh reaksi sejumlah pihak terhadap pencapresan Jokowi.

"Untuk Hanura terutama terkait adanya dugaan pelanggaran kampanye pembagian uang. Dan PKS terkait pelanggaran kampanye yang melibatkan anak," kata Arya.

Jika dilihat dari pemberitaan media TV, partai yang paling banyak diberitakan secara negatif adalah PD dengan 23,6 persen, disusul PDIP (15,3 persen) dan Golkar (13,9 persen).

Munculnya tone negatif tersebut disebabkan adanya dugaan pelanggaran kampanye yang dituduhkan kepada PD dan Golkar terkait penggunaan fasilitas negara.

"Sedangkan pemberitaan negatif PDIP disebabkan reaksi negatif sejumlah pihak atas pencapresan Jokowi," imbuhnya.

Riset ini dilakukan dengan metode pusposive sampling pada 16-31 Maret dengan membagi kriteria media menjadi tiga yakni TV (TvOne, Metro TV, SCTV, RCTI, dan Trans7); media online (Detikcom, Kompas, Viva, Merdeka, dan Okezone); dan media cetak (Kompas, koran Tempo, Media Indonesia, Republika, dan Seputar Indonesia).

(sip/rmd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads