Rahasia Tim 11 yang Tak Beranggotakan 11 Orang

Mengupas Tim 11

Rahasia Tim 11 yang Tak Beranggotakan 11 Orang

- detikNews
Jumat, 04 Apr 2014 20:09 WIB
Rahasia Tim 11 yang Tak Beranggotakan 11 Orang
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat deklarasi pencapresan Jokowi.
Jakarta - Bagi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan angka 11 memiliki sejarah keberuntungan. Pada 1999 partai berlambang banteng moncong putih ini memiliki nomor urut 11, dan berhasil menduduki peringkat pertama dalam hal perolehan suara.


Seolah ingin mengulangi kesuksesan di tahun 1999, pada pemilu 2009 tim sukses partai ini diberi nama Tim 11. Namun pada akhirnya perolehan suara partai itu kalah oleh Partai Demokrat.

Tahun ini sebutan Tim 11 kembali muncul untuk menyebut tim yang membantu calon presiden PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi). Tim ini beranggotakan sejumlah akademisi dan praktisi. Mereka melakukan aneka kajian. Mulai dari isu pertahanan, hukum, sosial budaya, dan nasib perempuan.

Beberapa anggota tim juga mendampingi calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi) saat melakukan kampanye pada akhir pekan lalu. Seorang anggota tim yang tidak mau disebut namanya mengatakan meski disebut Tim 11, namun anggota tim ini tidak sebelas.

"Kami hanya ber-sembilan," kata salah seorang anggota tim 11 saat berbincang dengan detikcom, Kamis (3/4/2014). Sementara Wakil Sekretarus Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan tim khusus ini ditujukan untuk menguatkan partai dan tokoh yang bersaing di kontestasi politik.

"DPP PDIP, khususnya melalui Ibu ketum memang sering membentuk tim. Misal tim pemenangan pilgub DKI, tim DPT, tim monitoring kampanye dan lain-lain," kata Hasto saat dihubungi Jumat (4/4/2014).

Hasto menjelaskan partainya pada Kongres III memang membentuk tim khusus berisi para akademisi untuk melakukan kajian terhadap permasalahan bangsa termasuk solusinya. "Serta kajian terhadap peta politik nasional baik terkait dengan pileg maupun pilpres," ujarnya.

Menurut dia pembentukan tim khusus merupakan manajemen kepartaian. Tim ini berguna untuk memberi paparan obyektif serta masukan terhadap partai. "Juga membuat DPP PDIP punya second opinion guna meningkatkan kualitas pengambilan keputusan strategis di internal partai," kata Hasto.

(erd/van)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads