Daryono, sopir Akil mengungkapkan, dia sangat sering diminta oleh bosnya itu untuk mengambil atau menerima sejumlah bingkisan uang. Hal ini terungkap ketika Daryono diperiksa sebagai saksi untuk Akil di PN Tipikor Jakarta, Jumat (4/4/2014).
Dipancing oleh jaksa menggunakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Daryono menyebutkan pernah menerima uang di parkiran Sarinah, TIS Square, Pacific Place dan Hotel Indonesia. "Pak Akil sebelumnya bilang akan ada yang mau ngasih oleh-oleh," ujar Daryono.
Uang-uang tersebut lantas disimpan di rumah dinas Akil di Widhya Chandra. Daryono pula orang yang disuruh Akil untuk membelanjakan uang itu.
Mantan politikus Golkar itu meminta sopirnya untuk mencari informasi mengenai mobil Toyota Crowne Athlete. Setelah mencari di toko jual beli online, Daryono menyodorkan dealer yang menjual mobil itu.
"Saya disuruh ambil uang di kotak, saya ambil satu boks sekitar Rp 1,3 miliar untuk pembelian mobil Crowne, yang memang seharga itu," kata Daryono. Belakangan ketika sampai di dealer, uang yang diambil Daryono kebanyakan Rp 200 juta yang lantas dia bawa pulang.
Daryono memastikan, Akil tidak memiliki usaha di luar pekerjaan sebagai hakim MK. Namun dia juga tidak mengetahui, siapa pihak pemberi uang-uang tersebut.
"Saya diminta mengatasnamakan Basir, supir ibu katanya agar tdk kena progresif," ujar Daryono.
Daryono juga dapat perintah serupa dari Akil untuk pembelian Mercy S350. Dia membayar DP mobil sebesar Rp 200 juta dari kotak uang yang berasal dari pihak-pihak yang tak dikenalnya itu.
"Kalau harga mobilnya di atas Rp 2 miliar," kata Daryono.
(fjr/rmd)











































