Dodi: Saya Masih Shock, Kasus Tommy Harus Diusut Tuntas
Senin, 13 Des 2004 14:18 WIB
Jakarta - Sehari masuk bui polisi, Dodi Sumadi mengaku masih shock. Meski demikian, dia mendesak Polri mengusut tuntas kasus penipuan Tommy Soeharto yang turut menjadikannya sebagai tersangka itu.Dodi menyatakan hal itu saat dipindahkan ruang pemeriksaan dari Reskrim Khusus ke Reskrim Umum di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Senin (13/12/2004) pukul 13.00 WIB. Pemriksaannya dialihkan untuk pendalaman 5 kasus penipuan yang dilaporkan oleh 5 korban Dodi. Mereka rata-rata ditipu Dodi ratusan juta, terbesar adalah Rp 450 juta.Sedangkan kasus penipuan yang diadukan Tommy Soeharto mencapai Rp 15 miliar dan berkasnya sudah lengkap. Dijadwalkan setelah didalami Reskrim Umum, pria berwajah tirus itu akan diserahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.Saat pemindahan ruang pemeriksaan, Dodi terus menutupi wajahnya dengan jaket tipis warna hitam yang dikenakannya. Dia berusaha menghindari sorotan kamera yang terus menyatroninya. Tapi karena terus didesak, akhirnya dia mau meladeni pertanyaan puluhan wartawan yang mengerubunginya. Dodi menjawab tetap dengan menyembunyikan wajahnya di balik jaket.Berikut petikan tanya jawab wartawan dengan Dodi Sumadi yang mengenakan celana hitam dan bersandal:Siapa di belakang Anda (dalam kasus Tommy)?Tahu sendirilah di belakang saya siapa.Mengapa Anda bertemu dengan Tommy?Ini harus dibongkar habis.Apa Gus Dur menjanjikan sesuatu dalam pertemuan itu?Dia kan bertemu langsung dengan Tommy. Saya saksikan dengan Tutut. Yang dibicarakan tentu saja tentang masalah-masalah Tommy akan mendapat grasi. Mana mungkin ada pertemuan kalau tidak ada tujuannya. Peran saya hanya mempertemukan.Keadaan Anda bagaimana sekarang ini?Saya masih shock.Bagaimana soal uang Rp 15 miliar itu?Bukan saya mengambil, tapi dia (Tommy) yang ngasih pada kiai (Mbak Diq) itu. Saya saksi.Anda terima berapa?Nggak ada. Itu kan semuanya karena sesudah pertemuan.Perjanjiannya apa?Ya nyogoklah, minta grasi. Mana mungkin dia ngasih kan sudah terjadi pertemuan itu.Anda tidak bersalah?Iya dong. Bukan menilep dong, itu kan pertemuan biasa. Nggak bisa Tommy ngasih saya kalau nggak ada kiai itu. Gimana sih?Berapa jumlah yang Anda terima?Nggak miliaran. Ini masalah biasa, bukan masalah koruptor, bukan masalah teroris. Ini penipuan biasa.Bagaimana cara Anda masuk Istana saat pelantikan Kabinet SBY lalu?Saya masuk atas nama yayasan...sudah lupa namanya.
(nrl/)











































