Gubernur Aceh, Zaini Abdullah, mengutuk keras semua aksi kekerasan tersebut. Ia sangat menyayangkan kasus pemberondongan di Bireuen yang menyebabkan tiga warga meninggal dan satu mengalami luka tembak.
"Kita mengutuk keadaan brutal ini yang sudah di luar perikemanusian," kata Zaini di Pendopo Gubernur Aceh, Jln Sultan Alaidin Mahmudsyah, Banda Aceh, Jumat (4/4/2014).
Menjelang hari pencoblosan, Pemerintah Aceh sudah menggelar sejumlah langkah preventif. Salah satunya adalah menggelar doa bersama yang akan diikuti oleh seluruh masyarakat. Kegiatan itu akan dilakukan pada 6 April mendatang di seluruh daerah di Aceh.
"Semoga nanti tidak ada lagi kasus kekerasan," ungkap Zaini.
Selain itu, Zaini meminta agar polisi mengungkap semua kasus kekerasan yang terjadi selama ini. Zaini berharap semua pihak dapat menjaga situasi dan berhati-hati dalam mengeluarkan statemen yang dapat menyebabkan konflik.
"Polisi harus mampu mengungkap motif dibalik aksi kekerasan tersebut," jelas Zaini.
Sementara itu, ketua DPR Aceh, Hasbi Abdullah, meminta aparat penegak hukum segera menangkap pelaku kekerasan di Aceh menjelang pemilu. "Ini kan pesta demokrasi. Orang pergi pesta tidak boleh berdarah-darah. Polisi harus segera menangkap pelaku kekerasan," kata Hasbi.
Oleh Bawaslu dan KPU, Aceh disebut sebagai salah satu provinsi rawan kecurangan maupun kekerasan dalam Pemilu 2014. Selain Aceh, provinsi lain yang dinilai rawan adalah Papua, Maluku Utara dan Lampung.
(try/try)











































