"Almarhum itu disiplin, amanah terhadap tugas," kata atasan Edy, Kasie Wasdal Sudinhub Jaktim, Budi di RS Persahabatan, Jl Persahabatan, Jakarta Timur, Jumat (4/4/2014).
Menurut Budi, selama menjadi bawahannya, Edy tak pernah melakukan kesalahan serius. Bapak 4 anak ini justru kerap menjadi penghibur bagi teman-temannya karena kerap melontarkan lelucon.
"Pak Edy sering bercanda, kelihatannya kayak orang nggak punya masalah," ujar Budi.
Sementara bagi sang kakak, Edy merupakan adik yang berjiwa besar. Bungsu dari 5 bersaudara ini tak pernah mengeluh ataupun membantah nasehat kakaknya.
"Sebelum beristri, dia tinggal sama saya. Dia nggak pernah bantah nasihat saya. Kerja jujur," kata kakak ketiga Edy, Titin Suwarni (54).
Titin selalu mengingat pesan orangtuanya sebelum meninggal agar selalu menjalin hubungan baik dengan anggota keluarga yang lain. "Makanya saya sedih banget kehilangan dia mendadak begini," tutup Titin sambil mengusap air matanya.
Sementara itu, jenazah Edy kini masih dimandikan di RSUP Persahabatan. Rencananya, jenazah akan dibawa ke kampung halaman di Yogyakarta dengan mobil ambulans milik RSUP Persahabatan.
(kff/gah)











































