"Kalau menurut saya sih tiket Prabowo masih tanda tanya. Peluangnya mencalonkan diri itu besar cuma belum ada garansi, belum aman," kata pengamat politik yang juga Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari, kepada detikcom, Jumat (4/4/2014).
Dalam hitungan Qodari, perolehan suara Gerindra baru berkisar 10 persen-an. Artinya Gerindra tak bisa mengusung Prabowo sendirian.
"Kalau dia 10 persen-an dia cukup menambah satu partai menengah dan satu partai kecil. api kalau dia 15 persen cukup menambah satu partai menengah saja sudah bisa maju," ujar Qodari menganalisis.
Namun ada faktor lain yang juga mempengaruhi nasib pencapresan Prabowo. Yang pertama adalah faktor SBY dan Partai Demokrat.
"Kalau suara Demokrat itu nanti besar, itu akan nanti akan berpengaruh kepada suara Gerindra. Sekarang ini head to head PDIP-Golkar dan PD-Gerindra. Nah nanti tergantung ke mana PD apakah ke Prabowo ataukah ke Ical," kata Qodari.
"Kalau PD ke Prabowo untuk maju itu besar sekali. Kalau sama-sama 10 kan sudah bisa maju sendiri tidak perlu yang lain. Tapi kalau PD lari ke Aburizal, ini Prabowo harus cari-cari
koalisi lagi," katanya.
"Faktor kedua adalah Wiranto-HT. Mereka bisa ambil suara partai menengah kalau ngotot mau maju Pilpres. Kalau mereka ambil suara partai menengah maka Prabowo bisa jadi korban. Jadi akan ada tarik-menarik partai tengah antara Prabowo dan Wiranto," ujar Qodari.
(van/try)











































