Iran Tolak Hentikan Riset Nuklir
Senin, 13 Des 2004 13:09 WIB
Jakarta - Pemerintah Iran menegaskan bahwa negaranya berhak melakukan riset dengan peralatan yang bisa digunakan untuk mengembangkan senjata nuklir. Iran bermaksud menggunakan pertemuan dengan tiga negara besar Eropa -- Prancis, Inggris, dan Jerman -- untuk memastikan hal tersebut.Pemimpin negosiator nuklir Iran, Hassan Rohani, akan bertemu dengan para Menteri Luar Negeri (Menlu) "tiga besar" Uni Eropa di Brussels, Belgia pada Senin (13/12/2004) waktu setempat. Mereka akan membahas kesepakatan mengenai imbalan yang akan diterima Iran dengan mengambil langkah-langkah untuk menjamin dunia bahwa pihaknya tidak mengembangkan bom atom. Demikian seperti diberitakan Reuters, Senin (13/12/2004)."Iran berencana untuk mempertahankan haknya untuk melakukan R&D (riset dan pengembangan/research and development) dan setuju melakukan negosiasi tentang bagaimana riset itu akan diinspeksi dan bukan fakta keberadaan R&D," ujar seorang diplomat Barat yang mengikuti kerja Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) mengenai nuklir Iran.Pemerintah Amerika Serikat menuding Iran menggunakan program energi nuklirnya sebagai cara untuk mengembangkan pengetahuan soal senjata nuklir. Tuduhan ini dibantah keras oleh pemerintah Iran. Teheran menegaskan bahwa program nuklir mereka semata-mata digunakan untuk kepentingan sipil, guna menghasilkan energi listrik. Karena isu nuklir ini, Washington telah berupaya mendesak IAEA untuk melaporkan Iran ke Dewan keamanan PBB guna menghadapi sanksi ekonomi. Namun pengawas nuklir PBB itu menolak desakan tersebut.Uni Eropa juga terus mendesak Iran untuk menghentikan semua kegiatan pengayaan uranium di fasilitas nuklir negeri tetangga Irak itu. Namun Iran menegaskan bahwa pihaknya tidak akan pernah menghentikan aktivitas tersebut secara permanen."Pembekuan permanen (pengayaan uranium) bukanlah opsi bagi kami," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Hamid Reza Asefi pada konferensi pers mingguan. "Yang telah kami setujui adalah penghentian sementara untuk waktu yang singkat," imbuhnya.
(ita/)











































