Berikut cerita peristiwa tersebut, Jumat (4/4/2014):
|
|
1. Ditabrak Saat Akan Apel Pagi
|
Motor Kawasaki (ilustrasi)
|
Hantaman keras tersebut membuat Edy terlempar dan terjatuh di aspal. Sementara motor Edy sempat menabrak seorang pejalan kaki.
1. Ditabrak Saat Akan Apel Pagi
|
Motor Kawasaki (ilustrasi)
|
Hantaman keras tersebut membuat Edy terlempar dan terjatuh di aspal. Sementara motor Edy sempat menabrak seorang pejalan kaki.
2. Edy Koma
|
ilustrasi
|
"Kondisinya kritis, dokter bilang dia menderita gegar otak dan pendarahan di kepala," ujar Kasie Pengawasan dan Pengendalian Sudinhub Jaktim Budi Sugiantoro, Kamis (3/4/2014).
Ia menuturkan, ketika kejadian Edy sempat ditolong oleh pejalan kaki di sekitar lokasi kejadian. Sementara pengendara mobil Jazz meninggalkan korban yang tak sadar di tengah jalan.
"Korban sempat dirawat di RS Persahabatan. Sekarang semua dokter di sini sudah angkat tangan, korban nafasnya sudah dibantu dengan mesin," imbuhnya.
Budi mengatakan, seluruh keluarga Edy telah berkumpul di rumah sakit.
2. Edy Koma
|
ilustrasi
|
"Kondisinya kritis, dokter bilang dia menderita gegar otak dan pendarahan di kepala," ujar Kasie Pengawasan dan Pengendalian Sudinhub Jaktim Budi Sugiantoro, Kamis (3/4/2014).
Ia menuturkan, ketika kejadian Edy sempat ditolong oleh pejalan kaki di sekitar lokasi kejadian. Sementara pengendara mobil Jazz meninggalkan korban yang tak sadar di tengah jalan.
"Korban sempat dirawat di RS Persahabatan. Sekarang semua dokter di sini sudah angkat tangan, korban nafasnya sudah dibantu dengan mesin," imbuhnya.
Budi mengatakan, seluruh keluarga Edy telah berkumpul di rumah sakit.
3. Penabrak Tinggal di Asrama Brimob Cipinang
|
traffic light (ilustrasi)
|
Informasi yang dikumpulkan detikcom, mobil Honda Jazz dimiliki perwira menengah polisi yang berpangkat komisaris di Mabes Polri. Pemilik mobil bertempat tinggal di Asrama Brimob, Cipinang, Pulogadung. Sedangkan plat Jazz pelaku terdaftar milik seseorang dengan inisial RAS.
"Kalau kita telusuri melalui STNK-nya memang betul rumahnya di situ, dan (Kamis) siang sudah kita datangi ternyata pemilik rumah tidak ada," ujar Kanit Lantas Satwil Jaktim, AKP Agung Budi Leksono.
3. Penabrak Tinggal di Asrama Brimob Cipinang
|
traffic light (ilustrasi)
|
Informasi yang dikumpulkan detikcom, mobil Honda Jazz dimiliki perwira menengah polisi yang berpangkat komisaris di Mabes Polri. Pemilik mobil bertempat tinggal di Asrama Brimob, Cipinang, Pulogadung. Sedangkan plat Jazz pelaku terdaftar milik seseorang dengan inisial RAS.
"Kalau kita telusuri melalui STNK-nya memang betul rumahnya di situ, dan (Kamis) siang sudah kita datangi ternyata pemilik rumah tidak ada," ujar Kanit Lantas Satwil Jaktim, AKP Agung Budi Leksono.
4. Penabrak Diduga Anak Perwira Polisi di Mabes Polri
|
Honda Jazz (ilustrasi)
|
"Sudah diamankan tadi malam, sekarang masih dilakukan pemeriksaan intensif di kantor," ujar Kanit Laka Satwil Lantas Jakarta Timur, AKP Agung Budi Leksono.
Menurut Agung, ayah pelaku menjabat sebagai kepala unit.
"Pelakunya bukannya pejabat di Mabes Polri, tetapi anaknya. Dan jabatan (ayahnya) masih sekelas kepala unit," ujar Agung.
4. Penabrak Diduga Anak Perwira Polisi di Mabes Polri
|
Honda Jazz (ilustrasi)
|
"Sudah diamankan tadi malam, sekarang masih dilakukan pemeriksaan intensif di kantor," ujar Kanit Laka Satwil Lantas Jakarta Timur, AKP Agung Budi Leksono.
Menurut Agung, ayah pelaku menjabat sebagai kepala unit.
"Pelakunya bukannya pejabat di Mabes Polri, tetapi anaknya. Dan jabatan (ayahnya) masih sekelas kepala unit," ujar Agung.
5. Penabrak Tak Akui Kejadian
|
ilustrasi
|
"Pemeriksaan sudah dilakukan lebih dari 3 jam namun kesimpulannya, pengendara mengaku tidak menabrak korban," ujar Kanit Laka Lantas Jakarta Timur, AKP Agung Budi Leksono.
Agung mengatakan, keterangan kepada penyidik pelaku merasa tidak menabrak. Bahkan dia berani membuktikan kalau tidak ada bekas lecet atau tabrakan dari mobil yang dikendarainya.
"Ia mengaku kalau di bagian mobilnya tidak ada bekas benturan atau lecet, tetapi itu hanya pengakuan kita tidak mengejar pengakuan tersangka," kata Agung.
Agung menjelaskan untuk melengkapi bukti perkara pihaknya akan memintai keterangan dari saksi di lokasi kejadian.
"Saat ini saksi mata lagi dimintai keterangan di kantor Sudin Perhubungan oleh penyidik. Kami masih kembangkan kasus ini, masih perlu bukti dan saksi lainnya yang benar-benar melihat kejadian," ungkapnya.
5. Penabrak Tak Akui Kejadian
|
ilustrasi
|
"Pemeriksaan sudah dilakukan lebih dari 3 jam namun kesimpulannya, pengendara mengaku tidak menabrak korban," ujar Kanit Laka Lantas Jakarta Timur, AKP Agung Budi Leksono.
Agung mengatakan, keterangan kepada penyidik pelaku merasa tidak menabrak. Bahkan dia berani membuktikan kalau tidak ada bekas lecet atau tabrakan dari mobil yang dikendarainya.
"Ia mengaku kalau di bagian mobilnya tidak ada bekas benturan atau lecet, tetapi itu hanya pengakuan kita tidak mengejar pengakuan tersangka," kata Agung.
Agung menjelaskan untuk melengkapi bukti perkara pihaknya akan memintai keterangan dari saksi di lokasi kejadian.
"Saat ini saksi mata lagi dimintai keterangan di kantor Sudin Perhubungan oleh penyidik. Kami masih kembangkan kasus ini, masih perlu bukti dan saksi lainnya yang benar-benar melihat kejadian," ungkapnya.
Halaman 2 dari 12










































