5 Cerita Anggota Dishub Korban Tabrak Lari di Rawamangun

5 Cerita Anggota Dishub Korban Tabrak Lari di Rawamangun

- detikNews
Jumat, 04 Apr 2014 11:50 WIB
5 Cerita Anggota Dishub Korban Tabrak Lari di Rawamangun
Jakarta - Edy Surahmad (45) anggota seksi Pengawasan dan Pengendalian Sudin Perhubungan, Jakarta Timur, kritis di RS Persahabatan, Jakarta Timur karena gegar otak. Dia menjadi korban tabrak lari di traffic light, Jalan Alu-alu, Rawamangun, Jakarta Timur, Kamis (3/4/2014) pukul 06.00 WIB.

Berikut cerita peristiwa tersebut, Jumat (4/4/2014):




1. Ditabrak Saat Akan Apel Pagi

Motor Kawasaki (ilustrasi)
Edy Surahmad ditabrak saat akan mengikuti apel pagi di kantornya. Edy yang mengendarai sepeda motor Kawasaki KLX 150 cc dengan nomor polisi B 6385 POQ ditabrak dari belakang oleh pengendara mobil Honda Jazz warna putih B 95 RAS.

Hantaman keras tersebut membuat Edy terlempar dan terjatuh di aspal. Sementara motor Edy sempat menabrak seorang pejalan kaki.

1. Ditabrak Saat Akan Apel Pagi

Motor Kawasaki (ilustrasi)
Edy Surahmad ditabrak saat akan mengikuti apel pagi di kantornya. Edy yang mengendarai sepeda motor Kawasaki KLX 150 cc dengan nomor polisi B 6385 POQ ditabrak dari belakang oleh pengendara mobil Honda Jazz warna putih B 95 RAS.

Hantaman keras tersebut membuat Edy terlempar dan terjatuh di aspal. Sementara motor Edy sempat menabrak seorang pejalan kaki.

2. Edy Koma

ilustrasi
Setelah ditabrak, Edy mengalami gegar otak dengan kondisi kritis di RS Persahabatan.

"Kondisinya kritis, dokter bilang dia menderita gegar otak dan pendarahan di kepala," ujar Kasie Pengawasan dan Pengendalian Sudinhub Jaktim Budi Sugiantoro, Kamis (3/4/2014).

Ia menuturkan, ketika kejadian Edy sempat ditolong oleh pejalan kaki di sekitar lokasi kejadian. Sementara pengendara mobil Jazz meninggalkan korban yang tak sadar di tengah jalan.

"Korban sempat dirawat di RS Persahabatan. Sekarang semua dokter di sini sudah angkat tangan, korban nafasnya sudah dibantu dengan mesin," imbuhnya.

Budi mengatakan, seluruh keluarga Edy telah berkumpul di rumah sakit.

2. Edy Koma

ilustrasi
Setelah ditabrak, Edy mengalami gegar otak dengan kondisi kritis di RS Persahabatan.

"Kondisinya kritis, dokter bilang dia menderita gegar otak dan pendarahan di kepala," ujar Kasie Pengawasan dan Pengendalian Sudinhub Jaktim Budi Sugiantoro, Kamis (3/4/2014).

Ia menuturkan, ketika kejadian Edy sempat ditolong oleh pejalan kaki di sekitar lokasi kejadian. Sementara pengendara mobil Jazz meninggalkan korban yang tak sadar di tengah jalan.

"Korban sempat dirawat di RS Persahabatan. Sekarang semua dokter di sini sudah angkat tangan, korban nafasnya sudah dibantu dengan mesin," imbuhnya.

Budi mengatakan, seluruh keluarga Edy telah berkumpul di rumah sakit.

3. Penabrak Tinggal di Asrama Brimob Cipinang

traffic light (ilustrasi)
Penabrak Edy beralamat di Asrama Brimob Cipinang, Jakarta Timur. Hal itu diketahui dari STNK mobil Jazz putih yang dikendarai pelaku.

Informasi yang dikumpulkan detikcom,  mobil Honda Jazz dimiliki perwira menengah polisi yang berpangkat komisaris di Mabes Polri. Pemilik mobil bertempat tinggal di Asrama Brimob, Cipinang, Pulogadung. Sedangkan plat Jazz pelaku terdaftar milik seseorang dengan inisial RAS.

"Kalau kita telusuri melalui STNK-nya memang betul rumahnya di situ, dan (Kamis) siang sudah kita datangi ternyata pemilik rumah tidak ada," ujar Kanit Lantas Satwil Jaktim, AKP Agung Budi Leksono.

3. Penabrak Tinggal di Asrama Brimob Cipinang

traffic light (ilustrasi)
Penabrak Edy beralamat di Asrama Brimob Cipinang, Jakarta Timur. Hal itu diketahui dari STNK mobil Jazz putih yang dikendarai pelaku.

Informasi yang dikumpulkan detikcom,  mobil Honda Jazz dimiliki perwira menengah polisi yang berpangkat komisaris di Mabes Polri. Pemilik mobil bertempat tinggal di Asrama Brimob, Cipinang, Pulogadung. Sedangkan plat Jazz pelaku terdaftar milik seseorang dengan inisial RAS.

"Kalau kita telusuri melalui STNK-nya memang betul rumahnya di situ, dan (Kamis) siang sudah kita datangi ternyata pemilik rumah tidak ada," ujar Kanit Lantas Satwil Jaktim, AKP Agung Budi Leksono.

4. Penabrak Diduga Anak Perwira Polisi di Mabes Polri

Honda Jazz (ilustrasi)
Penabrak Edy diduga anak dari perwira menengah polisi di Mabes Polri. Polisi telah mengamankan penabrak itu.

"Sudah diamankan tadi malam, sekarang masih dilakukan pemeriksaan intensif di kantor," ujar Kanit Laka Satwil Lantas Jakarta Timur, AKP Agung Budi Leksono.

Menurut Agung, ayah pelaku menjabat sebagai kepala unit.

"Pelakunya bukannya pejabat di Mabes Polri, tetapi anaknya. Dan jabatan (ayahnya) masih sekelas kepala unit," ujar Agung.

4. Penabrak Diduga Anak Perwira Polisi di Mabes Polri

Honda Jazz (ilustrasi)
Penabrak Edy diduga anak dari perwira menengah polisi di Mabes Polri. Polisi telah mengamankan penabrak itu.

"Sudah diamankan tadi malam, sekarang masih dilakukan pemeriksaan intensif di kantor," ujar Kanit Laka Satwil Lantas Jakarta Timur, AKP Agung Budi Leksono.

Menurut Agung, ayah pelaku menjabat sebagai kepala unit.

"Pelakunya bukannya pejabat di Mabes Polri, tetapi anaknya. Dan jabatan (ayahnya) masih sekelas kepala unit," ujar Agung.

5. Penabrak Tak Akui Kejadian

ilustrasi
Polisi telah memanggil dan memeriksa penabrak anggota Dishub Jaktim. Hasil Pemeriksaan pelaku tak mengakui kejadian tersebut.

"Pemeriksaan sudah dilakukan lebih dari 3 jam namun kesimpulannya, pengendara mengaku tidak menabrak korban," ujar Kanit Laka Lantas Jakarta Timur, AKP Agung Budi Leksono.

Agung mengatakan, keterangan kepada penyidik pelaku merasa tidak menabrak. Bahkan dia berani membuktikan kalau tidak ada bekas lecet atau tabrakan dari mobil yang dikendarainya.

"Ia mengaku kalau di bagian mobilnya tidak ada bekas benturan atau lecet, tetapi itu hanya pengakuan kita tidak mengejar pengakuan tersangka," kata Agung.

Agung menjelaskan untuk melengkapi bukti perkara pihaknya akan memintai keterangan dari saksi di lokasi kejadian.

"Saat ini saksi mata lagi dimintai keterangan di kantor Sudin Perhubungan oleh penyidik. Kami masih kembangkan kasus ini, masih perlu bukti dan saksi lainnya yang benar-benar melihat kejadian," ungkapnya.

5. Penabrak Tak Akui Kejadian

ilustrasi
Polisi telah memanggil dan memeriksa penabrak anggota Dishub Jaktim. Hasil Pemeriksaan pelaku tak mengakui kejadian tersebut.

"Pemeriksaan sudah dilakukan lebih dari 3 jam namun kesimpulannya, pengendara mengaku tidak menabrak korban," ujar Kanit Laka Lantas Jakarta Timur, AKP Agung Budi Leksono.

Agung mengatakan, keterangan kepada penyidik pelaku merasa tidak menabrak. Bahkan dia berani membuktikan kalau tidak ada bekas lecet atau tabrakan dari mobil yang dikendarainya.

"Ia mengaku kalau di bagian mobilnya tidak ada bekas benturan atau lecet, tetapi itu hanya pengakuan kita tidak mengejar pengakuan tersangka," kata Agung.

Agung menjelaskan untuk melengkapi bukti perkara pihaknya akan memintai keterangan dari saksi di lokasi kejadian.

"Saat ini saksi mata lagi dimintai keterangan di kantor Sudin Perhubungan oleh penyidik. Kami masih kembangkan kasus ini, masih perlu bukti dan saksi lainnya yang benar-benar melihat kejadian," ungkapnya.
Halaman 2 dari 12
(nik/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini