Yang unik, dalam video itu Jokowi–Ahok digambarkan dipisahkan oleh setan merah berbadan besar. Lagu itu diunggah oleh Arjuna Tanpa Panah, pada Selasa 1 April kemarin. Dia mencantumkan keterangan di bawahnya "Tentang kekuatan jahat "setan merah" yang akan memisahkan Dwi Tunggal Jokowi Ahok".
Dikonfirmasi soal video tersebut, Ahok berujar ia sudah menonton tapi tidak mengetahui pembuatnya. "Aku juga nggak tahu siapa yang bikin. Enggak ngerti aku (apakah itu dari orang Gerindra)," kata Ahok sesaat sebelum pulang dari Balai Kota, Kamis (3/4).
Dia mengaku tidak mengerti makna dan isi lagu tersebut. "Kita saja enggak ngerti apakah ajakan (agar Ahok) jadi cawapres atau menyindir Jokowi pergi. Enggak jelas kan pesannya," ungkapnya.
Di dalam lagu tersebut juga disajikan dengan video klip berupa cuplikan-cuplikan video kegiatan Jokowi – Ahok selama memimpin Ibu Kota. Footage yang digunakan dalam klip antara lain, pelantikan keduanya di Gedung DPRD DKI pada Oktober 2012 hingga masa-masa ketika mereka blusukan bareng pada Februari 2014.
Berikut lirik lagu berdurasi 03 menit 46 detik tersebut:
Membaca berita di sosial media
Tiba-tiba hatiku gundah gulana
Apakah benar ini cerita
Mereka tak akan lagi bersama
Apakah hanya aku yang merasa
Bahwa mereka pasangan yang sempurna
Karena duet maut yang membahana
Arjuna tak lengkap tanpa busur panahnya
Don't change the winning team
Don't change the winning team
Reff:
Jokowi Ahok, takkan terganti
Saling mengisi saling melengkapi
Jokowi Ahok, pasangan serasi
Akankah ada lagi yang mampu begini
Don't change the winning team
Don't change the winning team
(ros/jor)










































