Pasca Ledakan Bom, Pasukan Keamanan Filipina Siaga Penuh

Pasca Ledakan Bom, Pasukan Keamanan Filipina Siaga Penuh

- detikNews
Senin, 13 Des 2004 11:26 WIB
Jakarta - Pasukan keamanan di seluruh Filipina menerapkan kesiagaan penuh menyusul serangan bom yang menewaskan 15 jiwa, hari Minggu (12/12/2004) kemarin. Aparat saat ini masih menyelidiki insiden tersebut.Sebuah bom meledak di pasar umum di kota pelabuhan General Santos di Filipina Selatan. Selain merenggut 15 nyawa, peristiwa itu juga melukai sekitar 58 orang lainnya di kota berpenduduk setengah juta jiwa itu.General Santos merupakan salah satu kota terbesar di Pulau Mindanao, yang telah dilanda aksi pemberontakan separatis selama beberapa dekade. Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo mengutuk serangan tersebut "dan berharap para pelaku akan diadili pada waktu yang secepat mungkin," demikian disampaikan juru bicara Arroyo, Ignacio Bunye seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (13/12/2004).Pihak kepolisian dan militer membantah spekulasi bahwa pengeboman itu bermotiv politik. Sumber-sumber kepolisian mengatakan, mereka kini tengah menyelidiki pertikaian antara dua keluarga yang mempunyai hubungan dengan gerakan pemberontak Moro Islamic Liberation Front (MILF) sebagai kemungkinan motivnya."Saya telah mengumumkan siaga tinggi hingga minggu pertama Januari (2005)," ujar Kepala Kepolisian Nasional Filipina Ed Aglipay, sebelum terbang ke General Santos untuk mengawasi investigasi atas pengeboman tersebut.Juru bicara militer Filipina, Letkol Buenaventura Pascual menuturkan, Angkatan Bersenjata telah disiagakan penuh sejak Minggu malam waktu setempat. Pasukan telah dikerahkan di sekitar instalasi-instalasi penting di General Santos untuk mencegah serangan serupa. Hingga saat ini, aparat belum menentukan para tersangka dan motiv ledakan. "Sampai saat ini, Gugus Tugas GenSan (General Santos) tidak memiliki para tersangka dan motiv. Belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas pengeboman itu," tutur Pascual. (ita/)


Berita Terkait