"Ini bukan soal strategi, ini realita Indonesia. Muhammadiyah punya
punya pengaruh sangat besar. NU punya pengaruh besar. Kita butuh pemikiran mereka, kita butuh saran-saran mereka, dan pada ujungnya kita butuh dukungan mereka," kata Prabowo ketika ditanya apakah kehadirannya di dua acara ini merupakan salah satu strateginya.
Hal ini ia sampaikan usai menjadi pembicara di Sarasehan Nasional Ulama Pesantren dan Cendekiawan di Ponpes Miftahul Ulum, Jl. Madrasah, Gandaria Selatan, Jaksel, Rabu (2/4/2014). Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini pun menegaskan bahwa ia hanya menghadiri undangan.
"Negara kita mayoritas Islam. Dua organisasi ini sebetulnya adalah soko guru dari umat Islam di Indonesia. Jadi kalau diundang NU atau Muhammadiyah, sangat salah kalau tidak berusaha hadir," ujarnya.
Sebagai bukti bahwa tak ada dukungan khusus yang diberikan pada dirinya, kedua acara hari ini mengundang tokoh lainnya. "Saya kira tidak ada masalah ya. Ini adalah masalah kebangsasan," kata mantan Danjen Kopassus ini.
(fdn/fdn)











































