Pemprov DKI Kaji Penggantian Mikrolet dengan Bus Sedang Tanpa Setoran

Pemprov DKI Kaji Penggantian Mikrolet dengan Bus Sedang Tanpa Setoran

- detikNews
Selasa, 01 Apr 2014 20:36 WIB
Pemprov DKI Kaji Penggantian Mikrolet dengan Bus Sedang Tanpa Setoran
Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengganti angkutan kota mikrolet menjadi bus sedang dan menghilangkan sistem setoran. Hal ini dinyatakan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Muhammad Akbar sebagai bagian dari revitalisasi.

“Bagaimana konsepnya sedang disusun, sedang kita rumuskan. Tapi arahnya, kita ingin hilangkan sistem setoran. Kalau yang sekarang berlaku kan supir-supir kan ditarget sejumlah uang yang harus disetorkan, itu pelan-pelan akan kita hilangkan,” kata Akbar di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (1/4/2014).

Akbar menyatakan pihaknya masih mengkaji konsep yang paling tepat. Tetapi dia tak menampik penghilangan setoran itu akan menimbulkan konsekuensi perubahan jenis kendaraan, trayek, hingga manajemen.

“Jadi yang sekarang dimiliki perorangan, mungkin ada konsekuensinya bahwa itu harus diubah manajemennya. Penggantian sistem setoran ini juga akan dibarengi dengan mekanisme pemberian gaji bulanan kepada para pengemudi. (Besaran) Gajinya belum tahu, sedang disusun,” ujar Akbar.

Menurut Akbar, rencana ini sudah pernah disampaikan kepada Organda, yang mewadahi pengusaha angkutan. “Mereka sih masih angguk-angguk, karena memang belum kebayang. Ketika ditanya bagaimana konsepnya, saya juga belum siap karena sedang disusun,” ujar dia.

Revitalisasi ini diharapkan bisa rampung pada tahun ini. Setelah konsepnya ada, maka akan diujicobakan di trayek yang padat penumpang. “Nanti kalau semua supir sudah digaji, trayeknya bisa saja diubah-ubah. Kalau sekarang berat melakukan restrukturisasi trayek itu, karena masih siste setoran sehingga begitu ada kendaraan baru masuk ke lintasan trayek pasti selalu terjadi penolakan,” bebernya.

(ros/vid)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads