Anis yang juga capres Pemira PKS itu sedang berkampanye di Lapangan Semarak Sawah Lebar, Bengkulu, Selasa (1/4/2014).
"Bengkulu panas?" tanya Anis kepada para simpatisan di bawah panggung hingga diulang tiga kali. Merekapun menjawab, "Panas!"
Meski kegerahan, namum mereka tetap saja berdiri di lapangan sambil mengangkat-angkat bendera dan poster PKS atau Anis Matta. Lantas, melihat penonton kepanasan, Anis hendak melempar topinya yang disebutnya sebagai topi capres.
"Sama, saya juga kepanasan. Saya akan lepas topi ini. Saya akan lepas topi calon presiden. Supaya ada solidaritas," kata Anis sambil mencopot topi hitamnya dan disambut gemuruh tepuk tangan.
Akhirnya Anis melempar 'topi capres' itu ke penonton. Cara melemparnya yaitu dengan membalik badan terlebih dahulu dan melemparkan ke belakang.
Akhirnya topi itu berhasil ditangkap oleh salah seorang pria di antara kerumunan massa. Pria itu disuruh Anis naik ke panggung dan bersalaman dengannya.
Tak hanya lempar topi capres, acara ini juga diwarnai bagi-bagi bola sepak berwarna hitam putih.
"Kenapa kita bagi-bagi bola? Karena kita perlu fokus sebagai pemain bola. Bukan sebagai pengamat bola atau penonton bola. Gawangnya adalah TPS (Tempat Pemungutan Suara)," seru Anis ke simpatisan dan kader.
(dnu/rmd)











































