Data Nasabah Bank Global Dicuri

Data Nasabah Bank Global Dicuri

- detikNews
Senin, 13 Des 2004 04:05 WIB
Jakarta - Belum usai isu rush PT Bank Global Internasional Tbk terkait dengan molornya pembayaran reksa dana Prudence dan deposito, kini bank itu kembali dirundung masalah. Kali ini melibatkan isu adanya pencurian sejumlah dokumen nasabah tersebut. Tidak tanggung-tanggung, data yang hendak dicuri adalah data nasabah, mulai dari data rekening nasabah, deposito dan jurnal. Data tersebut hendak diangkut sekelompok orang, Minggu malam sekitar pukul 22.00 WIB. Data yang tersimpan di Kantor Bank Global pusat yang terletak di Jalan Gatot Subroto Jakarta Selatan, hendak diangkut ke dalam 2 buah truk. Diduga, 4 orang karyawan terlibat dalam aksi pencurian data tersebut. Hal ini kontan membuat geram petugas BI dan aparat keamanan. Langsung saja aparat keamanan di bawah Direktorat II Ekonomi dan Khusus Bareskrim Mabes Polri turun ke lapangan. Informasi pencurian tersebut berawal dari keterangan petugas piket Polres Jakarta Selatan. Kepada detikcom, petugas tersebut mengatakan bahwa dari laporan awal yang diterima Polres Jakarta Selatan menyebutkan adanya usaha sejumlah karyawan Bank Global mengeluarkan dokumen dengan menggunakan 2 truk. Direktur II Eksus Brigjen Pol Andi Chaeruddin hanya membenarkan adanya pengerahan pasukan ke kantor tersebut. Andi mengatakan, pengerahan dilakukan untuk memberikan pengamanan ekstra terkait dengan adanya indikasi kekecewaan nasabah akibat ketidakmampuan pihak bank dalam menjalankan kewajibannya kepada nasabah. "Indikasi kekecewaan sudah ada. Makanya tanpa diminta kami wajib mengamankan agar tidak terjadi kekecewaan yang ditimbulkan. Ini hanya sekadar tindakan preventif," ujar Andi saat dihubungi detikcom, Senin dinihari (13/12/2004). Apakah pencurian ini dilakukan untuk menghapus data nasabah Bank Global? Dalam hal ini Bank Global harus menjelasan secara resmi peristiwa Minggu malam yang menambah suram perbankan Indonesia. Sebelumnya, Bank Global masuk dalam pengawasan khusus BI atau Special Surveillance Unit (SSU). Namun nasabah produk reksadana Prudence, deposito serta tabungan bank ini kesulitan mencairkannya meski sudah ada yang jatuh tempo. (dni/)


Berita Terkait