Hasyim Muzadi: PBNU Akan Cari Ganti Gus Sholah
Senin, 13 Des 2004 03:05 WIB
Yogyakarta -
Oleh karena KH Sholahudin Wahid atau Gus Sholah tidak bersedia duduk dalam kepengurusan, PBNU akan segera mencari gantinya. PBNU telah memberikan tempat kepada Gus Sholah, meski tidak bersedia."Yang terpenting kita telah memberikan tempat kepadanya. Namun kalau beliau berpikiran lain, itu kan tidak bisa dipaksakan. Kita hanya mengajak saja," kata Ketua Umum Tanfidziyah PBNU KH Hasyim Muzadi ketika ditanya wartawan seusai acara syawalan di Ponpes Nurul Ummah Prenggan Kotagede Yogyakarta, Minggu (12/12/2004) malam. Tidak bersedianya Gus Sholah duduk di kepengurusan PBNU, kata Hasyim, Gus Sholah sudah memberitahukannya lewat telepon dengan alasan dan pertimbangan-pertimbangan yang bersifat pribadi dan keluarga. "Gus Sholah sudah telopon saya. Untuk sementara ini istilahnya beliau prei (libur - red) dululah. Itu hak beliau dan tentunya yang tahu hanya Gus Sholah saja dan kita tak bisa mencampuri terlalu jauh," kata Hasyim.Sedangkan mengenai Gus Mus, berdasarkan pendengaran Hasyim, dia lebih suka di mustasyar tetapi oleh KH Sahal Mahfudz diminta untuk duduk di syuriah. "Ini sekarang masih cocok-cocokan, tapi hasilnya bagaimana. Karena saya sebagai ketua umum tanfidziyah, khusus untuk personalia syuriah saya tidak mencampuri. Sepenuhnya itu hak prerogratif KH Sahal Mahfudz," katanya. Hasyim mengatakan pihaknya hanya menyetujui saja dan kemudian mengumumkannya. Namun sampai hari ini dilakukan perundingan antara keinginan Gus Mus di mustasyar dengan keinginan Kiai Sahal yang tetap menginginkan agar Gus Mus di Syuriah. Pengasuh Ponpes Al Hikam Malang itu menambahkan sampai sekarang ini PBNU belum mempunyai gambaran siapa yang bakal mengganti kedudukan Gus Sholah. "Belum ada, nanti buat yang tidak bersedia dan minta geser tempat, itu semua yang mengatur Rois Am, wakil Rois Am dan ketua umum sesuai tata tertib yangada," katanya.Sedangkan mengenai penetapan orang-orang yang duduk dalam kepengurusan syuriah dan tanfidziyah dilakukan oleh formatur lengkap, yang berjumlah tujuh orang yakni Rois Am, wakil Rois Am, ketua umum dan empat mide formatur. Namun kalau terjadi pergeseran atau mundur dan sebagainya, pengisiannya dimandatkan kepada rois am, wakil rois am dan ketua umum. "Sekarang ini sedang kita mohon untuk menandatangani surat kesediaan. Namun kadangkala ada yang minta untuk berpikir satu hari,dua hari atau tiga hari. Itu normal saja," demikian Hasyim Muzadi.
(dni/)










































