Presiden SBY Kaji Kembali Kebijakan Pajak di Indonesia
Minggu, 12 Des 2004 23:32 WIB
Jakarta -
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memastikan pemerintah akan mengkaji kembali kebijakan pajak di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan kebijakan yang dapat diterima oleh investor sehingga dapat meningkatkan investasi di masa mendatang. Presiden juga berjanji akan mengharmonisasikan sejumlah kebijakan dan peraturan yang dikeluarkan oleh departemen-departemen untuk menghindari terjadinya tumpang tindih dan kontradiksi kebijakan. Demikian diungkapkan presiden saat menghadiri penandatanganan kontrak investasi bidang migas dan pembukaan konferensi Bimasena International Energy and Mineral 2004 di JCC, Jakarta, Minggu (12/12/2004). "Pemerintah akan bekerja keras untuk memastikan bahwa kebijakan-kebijakan yang kita buat dapat efektif dan sesuai dengan minat investor. Saya sendiri sudah bertemu dengan seluruh gubernur di Indonesia dan mendesak mereka untuk menerapkan kebijakan yang telah dikoordinasikan dengan baik. Pemerintah akan memperbaiki masalah-masalah hukum untuk menciptakan iklim bisinis yang kondusif bagi kektor swasta," kata presiden yang kerap dipanggil SBY. Pada kesempatan itu, SBY juga menghimbau para investor agar menamakan modal di Indonesia dalam jangka panjang. Katanya, "Saya berharap, bahwa investasi dapat dilakukan dalam jangka panjang." SBY juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki cadangan batubara dan hidro karbon yang cukup banyak. Diharapkan dengan adanya investasi di Indonesia, maka pemilik modal dapat meningkatkan eksplorasi dan eksploitasi cadangan batubara dan hiro karbon tersebut.Pada kesempatan malam itu, SBY menyanyikan lagu beken milik legendaris Koes Plus, "Andaikan kau datang kembali". Lagu itu menurut SBY dapat diartikan bahwa pemerintah mengundang para investor untuk kembali ke Indonesia. BBM Dalam sambutannya, SBY menegaskan pemerintah komit untuk terus mensubsidi solar dan minyak tanah bagi rakyat miskin. "Apapun yang terjadi dengan subsidi yang meningkat akibat harga minyak dunia, pemerintah tetap komit menyediakan energi bagi rakyat miskin dengan cara terus mensubsidi minyak tanah dan solar," demikian SBY.
(dni/)










































