Banjir Melanda 3 Kabupaten di Riau

Banjir Melanda 3 Kabupaten di Riau

- detikNews
Minggu, 12 Des 2004 21:19 WIB
Pekan Baru - Curah hujan yang masih tinggi di Riau, menyebabkan sejumlah kawasan dilanda banjir. Setidaknya lebih dari 10 desa di tiga kabupaten di Riau terendam air.Dalam sepekan ini, banjir yang terjadi di Riau kian meluas. Sebelumnya hanya kabupaten Rokan Hilir yang terkena banjir selama sebulan. Kini dengan curah hujan yang masih tinggi, kondisi banjir kian meluas ke sejumlah daerah. Banjir yang kian meluas itu kini melanda Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu) dan Kabupaten Kampar-Riau.Di Kabupaten Pelalawan, misalnya, 10 desa yang tersebar di empat kecamatan kabupaten tersebut kini terendam air. Ketinggian air disejumlah kawasan mencapai 1,5 m. Namun, ketinggian air itu belum sempat menggenangi rumah warga. Ini dimungkinkan, karena rumah warga banyak terbuat dari panggung dengan ketinggian 2 meter.Sejumlah desa yang terendam banjir adalah Lubuk Kembang Bungo dan Air Hitam,Kecamatan Ukui, Desa Tambak dan Segati di Kecamatan Langgam, Desa Pelalawan,Kecamatan Pelalawan, Desa Terusan Bawah, Kualo dan Rantau Baru Bawah, kecamatan Pangkalan Kerinci.Genangan air yang merendam perkarangan penduduk itu, juga menyebabkan sejumlah fasilitas umum tidak berfungi seperti sekolah. Misalnya saja, SD di Desa Rantau Bawah dalam dua hari terakhir ini siswanya terpaksa diliburkan. Karena seluruh ruangan belajar terendam air setinggi 75 cm.Kepala Badan Kesejahteraan Sosial Riau Tengku Fadil Jaafar yang dihubungi membenarkan adanya banjir yang melanda di sejumlah kawasan di Kabupaten Pelalawan itu."Banjir kini melanda Kabupaten Pelalawan. Namun demikian kita belum mendapat laporan yang menyebutkan warga mengungsi," katanya.Selain itu, menurutnya, banjir juga melanda Kabupaten Kampar dan Indragiri Hulu (Inhu). Di Inhu, banjir terjadi dari luapan sungai Indragiri. Setidaknya lima desa yang selama ini menjadi langganan banjir tahunan terendam air setinggi 1 meter. Hal yang sama juga terjadi di Desa Buluh Cina, Kabupaten Kampar. Di desa yang berjarak sekitar 30 km dari Pekanbaru itu, ketinggian air mencapai 75 cm. Sejumlah perkarangan rumah penduduk yang beradadi bantaran sungai Kampar itu, mulai tergenang air. Namun sejauh ini belum ada warga yang mengungsi.Warga di desa itu, tetap khawatir ketinggian air akan naik. Ini sehubungan cuaca mendung masih terlihat. "Kami khawatir bila hujang masih mengguyur maka air dari sungai Kampar akan meluap," kata Kabir salah seorang warga Desa Buluh Cina, kepada detikcom, Minggu (12/12/2004).Kepala Dinas Kesehatan Riau, Ekmal Rusdy meminta agar warga di daerah yang terkena banjir lebih meningkatkan perhatian atas kesehatannya. "Dampak banjir itu biasanya menimbulkan penyakit bagi warga seperti malaria, demam berdarah, diare, dan infeksi saluran pernafasan," katanya.Apalagi, katanya, saat ini di Riau juga lagi musim buah-buahan. Serangan diare juga lebih memungkinkan bersamaan dengan malaria dan demam berdarah yang juga mewabah di Riau. (dni/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads