Gus Solah, Gus Mus dan Akrom Malibary Tolak Masuk PBNU
Minggu, 12 Des 2004 10:21 WIB
Jakarta -
Beberapa nama yang masuk dalam struktur pimpinan duet KH Sahal Mahfudz dan KH Hasyim Muzadi itu, sudah menyatakan penolakannya ikut dalam kepengurusan. Merekayang menolak adalah Salahuddin Wahid (Gus Solah), KH Mustofa Bisri (Gus Mus)dan KH Akrom Malibary.Demikian siaran pers gusdur.net yang diterima detikcom, Minggu (12/12/2004). Gus Mus, yang oleh formatur PBNU ditempatkan sebagai Rais Syuriah, menolak posisi tersebut dengan alasan tidak memiliki waktu. "Saya merasa dihargai dan berterima kasih sekali atas kepercayaan kepada diri saya untuk menjadi anggota pengurus PBNU periode 2004-2009. Namun mengingat waktu saya saat ini tidak selonggar tempo hari, terutama setelah kewafatan kakak saya K.H Cholil Bisri, maka dengan ini saya menyatakan Tidak Bersedia Ditunjuk Menjadi Rais Syuriah," kata Gus Mus dalam surat pernyataannya yang ditujukan kepada Rois Am, Ketua Umum dan Formatur PBNU itu.Sementara itu, Gus Solah mengatakan dirinya menolak duduk sebagai salah satu ketua Tanfidziyah PBNU dengan alasan untuk mendorong terjadinya ishlah (rekonsiliasi -red). Dia menjelaskan tawaran untuk menjadi salah satu Ketua Tanfidziyah disampaikan oleh KH Hasyim Muzadi."Pak Hasyim menelepon saya menyampaikan pesan dari Kiai Sahal. Dari sini saya minta pertimbangan kepada teman, istri dan anak dan terakhir saya melakukan istikharah," jelasnya.Setelah istikharah, kata Gus Solah, dirinya mendapat petunjuk melalui Surat Al Naml ayat 32-34 dimana pesannya supaya terjadi ishlah. "Ini adalah sikap final saya. Dan bagi saya alasan ini masuk akal, saya tidak ingin ada kesan memperuncing persoalan, saya ingin adanya titik temu," tambahnya.Bahkan Gus Solah mengatakan penolakannya tersebut sudah disampaikan kepada KH Sahal Mahfudz. "Saya sudah menelepon Kiai Sahal menyampaikan alasan-alasan saya tersebut. Beliau menyerahkan sepenuhnya kepada saya," katanya.Selain itu, KH Akrom Malibary yang ditunjuk oleh Formatur NU untuk duduk sebagai Katib Am juga menyatakan penolakannya. Ia menyampaikan itu dalam sebuah surat pernyataan yang dikirimkan kepada Rois Am KH Sahal Mahfud dan Hasyim Muzadi."Saya dengan ini menyatakan TIDAK BERSEDIA menjadi angota pengurus dalam kepengurusan PBNU periode 2004-2009. Pernyataan ini dibuat dengan tulus ikhlas untuk diketahui oleh pihak-pihak yang berkepentingan," kata KH Akrom tanpa menjelaskan alasannya.Seperti diketahui, Pengurus Harian Dewan Syuriah dan Tanfidziyah Nahdatul Ulama telah resmi dibentuk dan diumumkan. Pengumuman Pengurus Harian Dewan Syuriah dan Tanfidziah ini langsung diumumkan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Hasyim Muzadi di Kantor PBNU, Jakarta , Sabtu (11/12/2004).Pengumuman kepengurusan PBNU yang baru tersebut ditandatangani oleh Tim Formatur, yaitu Rois Am KH Sahal Mahfudz dan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi. Selain itu yang ikut tanda tangan adalah empat orang anggota tim formasi, yaitu Ketua PWNU Kalimantan Selatan KH Rusdiyan Syah, Ketua PWNU Sulawesi Selatan KH Harifuddin Cawidu, Ketua PWNU Lampung KH. Choruddin Tahmidz dan Ketua PWNU Jawa Barat KH Sofyan Yahya.Menurut Hasyim, semua pengusur baru sudah dihubungi dan menyatakan kesediannya. Hanya saja, jelas Hasyim, memang hanya satu orang yang belum menyatakan kabarnya apakah bersedia atau tidak, yaitu KH Salahuddin Wahid.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































