Kesuksesan penyelenggaraan KTT Keamanan Nuklir juga dipuji Wakil Presiden Boediono. Belanda, dalam hal ini Den Haag dianggap berhasil mengerjakan pekerjaan rumahya menjadi tuan rumah penyelenggaraan KTT yang ketiga ini, setelah sebelumnya diselengarakan di Seoul Korsel (2012) dan Washington AS (2010).
"Menurut saya konferensi ini the best organize. Sebagai tuan rumah, pekerjaan rumahnya cukup baik," puji Wapres Boediobo di Hotel Hilton, Den Haag, Rabu (26/3/2014).
Bila diamati sebelum dan sepanjang acara berlangsug, pihak tuan rumah enggan kecolongan dari segi pengamanan 53 kepala negara dan empat organisasi pengawas internasional. Ribuan personel kepolisian dan tentara disebar di setiap sudut kota Den Haag. Patroli diintensifkan guna menjaga keamanan jelang dan selama acara.
Belum lagi pengamanan yang sifatnya terbatas. Seperti akses masuk untuk awak media dari berbagai negara. Meski sudah dilakukan registrasi, tetap saja ada yang tidak bisa lolos untuk menembus media center tempat berkumpulnya awak media dari beragam negara.
Lalu, bagaimana dengan para warga yang kediamannya berdekatan dengan lokasi penyelenggaraan acara forum internasional itu apakah mereka keberatan karena akses mereka terhalang oleh kegiatan?
Salah seorang warga Indonesia yang tinggal di Den Haag, Tompel Witono, mengatakan wali kota setempat sebetulnya sudah jauh-jauh hari mengumpulkan warganya untuk mengumumkan adanya hajat besar di Den Haag.
"Wali kota meminta bagaimana desain (lokasi acara) yang kiranya disepakati warga," tuturnya.
Dalam hal ini, warga berhak menentukan desain yang kiranya menunjang estetika lingkungan setempat. Tidak hanya itu, setelah acara selesai, pihak panitia tidak buru-buru membongkar arena KTT. Wali Kota, kata putra dari mantan Pangdam Siliwangi AJ Witono, justru mengundang warga yang terdampak akibat penyelenggaraan acara untuk masuk ke arena konferensi.
"Jadi, warga dipersilakan melihat ini bentuk hasil dukungan mereka untuk KTT, mereka dipersilakan kalau hendak berfoto di lokasi KTT," ujar warga yang tinggal tak jauh dari Omniversum, teater 3D dengan layar kubah.
(ahy/nrl)











































