Polresta Samarinda menerima laporan Solikhul Anam, ayahanda Agnes pada Minggu (30/3/2014) kemarin. Polisi bergerak cepat menyelidiki teman-teman kuliah Agnes, termasuk memeriksa CCTV Plaza Mulia, tempat terakhir kali Agnes terlihat.
"Kami sudah periksa CCTV Plaza Mulia, alat mereka memonitor tapi tidak merekam. Pengelola plaza bilang sedang gangguan saat itu," kata Wakil Kasatreskrim Polresta Samarinda, AKP Suryono, kepada detikcom, Senin (31/3/2014).
Suryono menjelaskan kepolisian telah menggali seluruh informasi rekan-rekan kuliah Agnes sekaligus mempelajari berbagai dugaan kemungkinan motif yang berkembang mengenai hilangnya Agnes di pusat perbelanjaan tersebut.
"Belum (belum ada titik terang). Kami masih menyelidiki, masih mempelajari kasus ini dan berbagai kemungkinannya," ujar Suryono.
Agnes Eka Saputri (23), dilaporkan orangtuanya hilang saat berada bersama orangtua dan kedua adiknya di Plaza Mulia, Samarinda, sejak Sabtu (29/3/2014) sore. Padahal pagi hari di hari yang sama, Agnes tuntas diwisuda dengan predikat lulusan terbaik dari jurusan farmasi Universitas Mulawarman Samarinda.
Saat itu, ibunda Agnes, Alfianti Mallu (50), sedang berbelanja di swalayan yang ada di Plaza Mulia. Namun sambil membawa barang menuju parkiran, justru Agnes yang masih mengenakan kebaya wisuda dan berjilbab merah itu, tidak berada bersama mereka. Pencarian hingga pusat perbelanjaan tutup, juga pencarian ke teman kuliah Agnes hingga ke seluruh rumah keluarga, tidak membuahkan hasil dan akhirnya dilaporkan ke kepolisian.
(nrl/nrl)











































