Saat itu aksi wayang golek Cepot di era '80-an, yang makan dan memuntahkan mie membuat decak kagum penonton. Tak hanya itu saja, Asep juga jenaka kala memperagakan Cepot bertarung dengan raksasa. Dengan gaya yang khas nan lucu, Cepot bertarung dengan raksasa dan tentunya sang raksasa pun kalah dengan kepala remuk.
"Pokoknya beliau buat saya kaka saya, bapa saya juga, guru saya," kenang sang manajer Djadjang, Senin (31/3/2014).
Asep Sunandar meninggal siang ini pukul 14.00 WIB di RS Al Ihsan. Sebelumnya, dia pingsan di rumahnya saat tengah berbincang dengan keluarga. Di usia 59, Asep menghembuskan nafas terakhirnya karena sakit yang dideritanya.
"Kang Asep jiwa sosialnya tinggi, humoris, dia agamis juga. Suka nolong pokoknya," tambah Djadjang.
Asep meninggalkan seorang istri bernama Nenah Hayati dan 14 anak. Jenazah Asep sudah dibawa ke rumah duka di Majalaya, Bandung.
"Saya sedih nggak akan ketemu lagi sama beliau, saya paling dekat sama beliau," tutup Djadjang.
(avi/ndr)