Inilah Pengurus PBNU 2004-2009
Sabtu, 11 Des 2004 16:18 WIB
Jakarta - Pengurus Harian Dewan Syuriah dan Tanfidziah Nahdatul Ulama telah resmi dibentuk dan diumumkan hari ini. Sejumlah nama dari kubu Gus Dur tetap ada, tapi hanya Salahuddin Wahid (Gus Solah) yang belum menyatakan kesediaannya.Pengumuman Pengurus Harian Dewan Syuriah dan Tanfidziah ini langsung diumumkan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Hasyim Muzadi di Kantor PBNU, Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (11/12/2004). Pengumuman kepengurusan PBNU yang baru tersebut ditandatangani oleh Tim Formatur, yaitu Rois Am KH Mohammad Saham Mahfud dan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi. Selain itu yang ikut tanda tangan adalah empat orang anggota tim formasi, yaitu Ketua PWNU Kalimantan Selatan KH Rusdiyan Syah, Ketua PWNU Sulawesi Selatan KH Harifuddin Cawidu, Ketua PWNU Lampung KH. Choruddin Tahmidz dan Ketua PWNU Jawa Barat KH Sofyan Yahya.Berikut susunan Pengurus Harian Dewan Syuriah: Rais Am: KH Mohammad Ahmad Sahal MahfudzWakil Rais Am: KH Tolchah HasanRais: Mustofa Bisri, KH Idris Marzuqi, KH Hafidz Ustman, KH Maghfur Ustman, KH Masyhuri Na'im, Prof Dr Said Aqil Almunawar, Prof Dr Chotibul Umam, KH Ma'ruf Amin, KH Abdul Muis Kabri, Habib Abdillah Al Jufri, KH Artani Hasbi MA, KH Syarifuddin Amsir. Katib Am: Dr KH Akrom MalibaryKatib: KH Malik Madani, KH Anwar Ibrahim, KH Masrur Ainun Najih dan KH Abdull Wahid Aziz. Sedangkan susunan Pengurus Harian Dewan Tanfidziah sebagai berikut:Ketua Umum: KH Ahmad Hasyim MuzadiKetua: DR Masdar F Mas'udi, DR H. Ahamda Bagdja, H Rozy Munir, Prof Dr Said Agil Siradj, KH Prof Dr Ridwan Lubis, Prof Dr KH Qodri Azizy, KH Fazrul Falakh, KH Salahuddin Wahid, Drs H Andi Jamaro Dulung, Ir H Mustofa Juhad, Drs H Abdul Aziz Ahmad, Drs H Abbas Mu'in.Sekretaris Jenderal: Dr Endang Turmudzi Wakil Sekjen: Taufiq R Abdullah, Saeful Bahri, Iqbal Sullam, Anas Thahir. Bendahara: H Abdullah MachrusWakil Bendahara: H Sirodjul Munir, H Bambang Adiyaksa, H Ronim Hidayat.Menurut Hasyim, sebelum ditandatangani Tim Formatur, para calon pengurus telah diminta kontrak zamiiyah. Apabila ada pengurus yang telah ditetapkan dan tidak bersedia, maka pengisiannya dimandatkan kepada Ketua Rois Am dan Ketua Umum PBNU. Hasyim menambahkan bahwa semua pengusur baru sudah dihubungi dan menyatakan kesediannya. Hanya saja, jelas Hasyim, memang hanya satu orang yang belum menyatakan kabarnya apakah bersedia atau tidak, yaitu KH Salahuddin Wahid.
(zal/)











































