Gempa Susulan Masih Melanda Alor
Sabtu, 11 Des 2004 13:28 WIB
Jakarta - Sejak dilanda gempa tektonik pada 12 November lalu, Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT) masih saja dilanda gempa susulan. Terakhir, gempa susulan terjadi pada Jumat (10/12/2004) malam, meski kekuatannya kecil. Gempa susulan itu dirasakan oleh warga Desa Nailang, kecamatan Alor Timur Laut. "Tapi, gempa tidak besar, tapi cukup terasa," kata salah seorang warga, Frisko. Sebelumnya, gempa-gempa susulan memang sering terjadi. Sebagian warga di Alor masih berada di tenda-tenda pengungsi. Bantuan tenda selama ini juga dianggap masih kurang. Karena masih banyak warga yang tinggal berjejalan. Untuk diketahui, gempa tektonik telah menewaskan 28 warga Alor. Selain itu, sekitar 5.000 rumah mengalami kerusakan dan 5.500-an rumah lainnya rusak parah. Praktis, sedikitnya ada 10.500 kepala keluarga yang kini tidak bisa mendiami rumahnya. Sejumlah bantuan selama ini sudah dialirkan ke daerah tersebut. Namun, seringkali bantuan itu datang terlalu lama, karena terhambat oleh transportasi, terutama transportasi dari Kupang ke Alor. "Kami banyak dibantu oleh TNI AL, karena mau memfasilitasi pengiriman bantuan ini dengan kapal," ungkap salah seorang relawan. Diperkirakan, pemulihan sarana di Alor akan membutuhkan waktu yang lama. Pemerintah sendiri sudah menyiapkan dana miliaran untuk memulihkan kondisi di Alor. Presiden SBY juga menengok langsung kondisi di sana. Sebelumnya, Wapres Jusuf Kalla juga telah berkunjung ke lokasi gempa.
(asy/)











































